Melongok Boneka Wayang Potehi di Museum Kelenteng Gudo Jombang

Sejumlah karyawan ketika membuat kerajinan boneka wayang potehi di museum potehi Gudo Jombang | Foto: Fa'iz
Sejumlah karyawan ketika membuat kerajinan boneka wayang potehi di museum potehi Gudo Jombang | Foto: Fa'iz
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG- Jombang merupakan daerah yang memiliki Klenteng yang paling unik, karena dilengkapi museum.

Di museum ini disimpan berbagai benda kuno dari peninggalan dinasty China, hingga zaman Majapahit. Yang paling melegenda adalah museum ini menyimpan boneka wayang potehi, yang dikenal luas oleh masyarakat selama ini.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Akhirnya Klenteng Hong San Kiong ini menamai Museum dengan sebutan Museum Potehi. Museum dan Klenteng ini terletak di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.

Museum ini baru saja didirikan, kurang lebih 6 tahun silam. Di dalam museum terdapat sejumlah boneka wayang potehi.

Pemilik museum Potehi Gudo, Toni Harsono mengatakan bahwa sebenarnya keberadaan boneka wayang potehi itu sudah datang dan disimpan dengan aman sejak 1920 lalu. Wayang potehi sendiri ini merupakan kesenian tradisional asal Tionghoa.

Berita Menarik Lainnya:  PT Matahari Sakti-Vinautism Gallery Pertemukan Perupa Jatim dan Yogyakarta

“Pada 2001 itu, saya mempunyai keinginan untuk membuat boneka potehi yang sama dengan potehi yang ada dari asalnya Tiongkok itu. Karena terdapat beberapa boneka yang saya rasa tidak cocok dengan karakternya, maka saya mempunyai inisiatif untuk mengrajini sendiri boneka potehi ini dengan menyesuaikan karakternya masing-masing,” ujarnya kepada Beritabangsa.com, Sabtu (29/1/2022).

Cinta dan hobinya terhadap kesenian atau keterampilan terhadap boneka wayang potehi, menurutnya tidak lepas dari sosok kakek Tok Su Kwie dan ayahnya Hok Hong Kie yang merupakan dalang wayang potehi tersebut.

Kendati demikian, pria kelahiran Jombang 1969 ini mengaku bahwa hanya menyukai profesi pengrajin wayangnya saja bukan dalang.

“Kalau dalang sendiri saya tidak ya, tapi kalau pementasan di Klenteng ini sering ada. Kami juga main ke luar negeri, diundang ke Jepang, Taiwan dan lainnya. Kakek dan ayahnya saya itu jadi dalang, tapi saya tidak boleh,” jelas Toni saat ditemui di museum potehi.

Di tangan Toni bersama 5 karyawannya, berbekal kayu jati, alat ukir, dan bermacam warna cat, mampu membuat kerajinan seni budaya peranakan Tionghoa, Potehi.

Berita Menarik Lainnya:  Tasyakuran, Nelayan dan Petik Laut di Sendang Biru

Menurut Toni, tak mudah dan tidak semuanya orang bisa dalam membuat boneka potehi tersebut.

“Rata-rata masih banyak yang tidak sesuai karakternya. Jadi pekerja-pekerja boneka wayang potehi di Museum ini saya bina terlebih dahulu, meskipun lama tapi akhirnya bisa juga untuk menyesuaikan dengan karakter tokohnya. Dan setiap hari ini membuat kerajinan ini, tidak ada waktu tertentu. Karena gimana ya, sudah hobi dan memang senang dengan wayang potehi ini,” katanya.

Tidak bisa dijangkau waktunya dalam proses pembuatan potehi tersebut. Dalam sehari kata Toni, dimungkinkan hanya bisa membuat kepalanya saja. Sehingga menurutnya membutuhkan kesabaran dan ketelatenan untuk mengrajini wayang potehi dengan sesuai ekspektasinya tersebut.

“Kalau buat boneka kepalanya itu bisa jadi sampai sehari, itupun masih belum pengecatan. Kalau bisa terangkai itu ya lama, seperti masih buat beberapa kerangkanya, kalau perempuan kan masih buat rambutnya begitu,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Lesbumi NU Jatim akan Gelar Pasar Rakyat dan Festival Seni Santri 2022
Pemilik museum potehi Gudo Jombang, Toni Harsono ketika mengecat kepala potehi | Foto: Fa'iz
Pemilik museum potehi Gudo Jombang, Toni Harsono ketika mengecat kepala potehi | Foto: Fa’iz

Dari beberapa tahun silam, hingga kini sudah terdapat ribuan boneka wayang potehi yang tersimpan dengan aman dan rapi di museum ini. Mulai dari boneka potehi yang usianya sudah tua hingga ke yang baru.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa tidak ada niatan untuk memperjual belikan kerajinannya tersebut. Melainkan pihaknya hanya ingin mengoleksi dan memfasilitasi pertunjukan-pertunjukan wayang potehi di beberapa Klenteng di Jombang maupun luar daerah.

“Sudah ribuan boneka potehi di museum ini. Tapi tidak saya jual, saya simpan semuanya untuk kebutuhan pementasan dan koleksi di museum potehi Gudo Jombang ini,” tuturnya.

Sementara itu pihaknya berupaya agar wayang potehi yang dimiliki tersebut, bisa bermanfaat dan jadi bagian budaya Indonesia. Selain itu bagaimana bisa dicintai dan dimainkan, serta menjaganya dengan baik dan mempermainkan dengan benar. Selain itu, ia berharap bagaimana potehi tersebut juga diperhatikan oleh pemerintah.

“Kalau di cagar budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, kerajinan boneka wayang potehi ini sudah didaftarkan,” imbuhnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280