Kisah Kusuma, Anak Roro Anteng dan Joko Seger Rela Jadi Korban Kawah Gunung Bromo

Pawai karnaval Roro Antheng dan Joko Seger SDN Citrodiwangsan 02, Kusuma menyebutkan ke kawah Gunung bromo
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Sebuah tradisi yang bertujuan untuk menghormati Sang Hyang Widhi, disajikan dalam pawai karnaval oleh SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang, untuk memperingati HUT RI ke – 77, Selasa (30/8/2022), sore ini.

Menurut Kepala Sekolah SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang, Ida Husnia, tema yang diambil adalah cerita asal usul Kasada, yang mengisahkan tentang Roro Antheng dan Joko Seger, sampai muncul nama suku Tengger, di pegunungan Bromo, Kabupaten Probolinggo.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Bondowoso Diharapkan Bangun Ekonomi Berbasis Kekayaan Intelektual

Di sini, kata Ida Husnia, ada nilai-nilai moral dari cerita ini, yaitu seorang anak yang ingin membahagiakan kedua orang tuanya dan menyelamatkan orang lain dari bencana kendati dirinya menjadi korban.

Dalam kisah itu, si anak bernama Kusuma, berani mengorbankan dirinya untuk keselamatan keluarga dan masyarakat.

“Kusuma merupakan pahlawan bagi keluarga dan suku Tengger,” kata Ida.

Selain nilai itu, kata Ida Husnia, ada juga nilai ketuhanan yang bisa dipetik, yaitu mohonlah kepada Tuhan jika memiliki keinginan, pasrah akan takdir Tuhan, dan tunaikanlah janji yang telah diikrarkan.

Berita Menarik Lainnya:  Wabup Lumajang Pantau Pendistribusian Minyak Goreng Curah

“Yang ketiga yaitu ada nilai kebudayaan, yaitu adanya seserahan sesajen ke kawah Gunung Bromo untuk menghindari bencana,” ungkapnya.

Inilah secuil kisah dan hikmah dari kisah Roro Antheng dan Joko Seger terkait asal ussul Kasada.

Pada zaman dahulu, lahir seorang bayi mungil diberi nama Roro Anteng, keturunan Raja Majapahit.

Roro Anteng remaja cantik, di sisi lain Joko Seger tumbuh menjadi pemuda tampan. Saking cantiknya Roro Anteng, banyak yang ingin meminang, namun semua ditolak. Roro Anteng jatuh cinta pada Joko Seger, hingga menikah.

Berita Menarik Lainnya:  Peringati Harlah PMII ke-62, PK PMII IAI Ngawi Gelar Aneka Lomba

Keduanya hidup bahagia membangun pemukiman baru di kawasan Gunung Bromo, di Desa bernama Tengger. Kata Tengger diambilkan dari nama Roro An (Teng) dan Joko Se (ger).

Bertahun – tahun menikah belum dikaruniai anak. Namun keinginan sangat kuat. Joko Seger lantas memutuskan bertapa di Watu Kuta, memohon diberi keturunan pada Sang Hyang Widhi.

Tekadnya sudah bulat, Joko Seger bahkan bersumpah jika diberi 25 anak, maka salah satunya akan dipersembahkan di kawah Gunung Bromo.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280