Jaga Tradisi Nusantara, Tokoh PDI Perjuangan Kota Surabaya Selapanan Cucu Kedua

Keterangan foto : H. Moch. Mochtar (MM), mencukur rambut cucu keduanya, Muhammad Alfarizki Joyonegoro Handoko pada acara Selapanan Jumat (24/12/2021) malam. (Foto/Ali Wafa)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA– Tokoh PDI Perjuangan Kota Surabaya H. Moch. Mochtar menggelar Selapanan cucu keduanya yang bernama, Muhammad Alfarizki Joyonegoro Handoko pada Jumat (24/12/2021) malam.

Ads

Muhammad Alfarizki Joyonegoro Handoko merupakan cucu kedua H. Moch. Mochtar dari putri sulungnya Citra Oktavia Mochtar dan suaminya Danu Prihandoko.

Bacaan Lainnya

Selapanan merupakan tradisi masyarakat Jawa untuk menyelamati 40 hari kelahiran bayi. Biasanya, tradisi selapanan ini dilakukan saat sang bayi berusia 35 hari atau selapan.

Dalam tradisi ini sang bayi akan dicukur rambutnya dan dipotong kukunya. Kemudian diadakan bancakan dan gudangan untuk tetangga sesuai adat yang jumlahnya ganjil.

H. Moch. Mochtar mengatakan tradisi Selapanan adalah bagian dari warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga kelestariannya.

Tradisi Selapanan merupakan cerminan bahwa manusia hendaknya memiliki hubungan erat yang harmonis dengan lingkungan masyarakat dan alam sekitar.

“Tradisi Selapanan merupakan perpaduan kegiatan adat dan keagamaan. Melalui tradisi ini, orang tua berharap bahwa kelak anaknya akan menjadi pribadi yang senang bersosialisasi,” kata pria yang akrab dipanggil MM.

Tak hanya mengadakan bancaan dan gudangan, MM juga membagikan 5 kilogram beras dan uang tunai kepada warga yang hadir pada acara Selapan cucunya.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukurnya kepada Allah Swt yang mengkaruniai cucu laki-laki.

“Tujuannya untuk bersedekah, agar para tetangga ikut merasakan kegembiraan atas lahirnya cucu saya,” ungkapnya penuh gembira.

Keterangan foto : Muhammad Alfarizki Joyonegoro Handoko, cucu kedua H. Moch. Mochtar dari putri sulungnya Citra Oktavia Mochtar dan suaminya Danu Prihandoko. (Foto/Ali Wafa)

Sementara itu putri sulung MM, Citra Oktavia Mochtar, ibunda dari sang cucu merasa bahagia dan haru atas karunia putra kedua yang diberikan oleh Allah SWT.

Ia turut menceritakan pengalamannya saat mengandung dan melahirkan sang buah hatinya tanpa sang suami karena pergi bertugas.

“Saya sangat bahagia sekali dan bersyukur kepada Allah SWT atas karunia semuanya. Meskipun saat saya mengandung dan melahirkan harus terpisah oleh suami karena tugas negara di Papua. Dan Alhamdulillah saya dikaruniai seorang anak laki – laki yang sehat,” ungkapnya penuh haru.

Citra juga berharap kelak anaknya bisa menjadi pribadi anak yang saleh, taat kepada orang tua, dan berguna untuk nusa, bangsa dan agama serta bermanfaat untuk masyarakat.

“Semua seorang ibu pasti memiliki keinginan yang sama agar anak-anaknya kelak menjadi pribadi yang selalu membahagiakan orang tua dan berguna untuk negeri serta bermanfaat untuk orang banyak,” tandas Citra Oktavia Mochtar.

Pos terkait

banner 768x1152