Eskavasi Tahap II Dimulai, BPCB Jatim Target Tampakkan Denah 100 Persen di Situs Pandegong Jombang

Tampak sejumlah petugas BPCB Jatim, ketika melakukan eskavasi pada hari pertama dan tahap kedua di situs Pandegong yang berada di Dusun Kwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang (foto: Fa'iz)
Tampak sejumlah petugas BPCB Jatim, ketika melakukan eskavasi pada hari pertama dan tahap kedua di situs Pandegong yang berada di Dusun Kwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang (foto: Fa'iz)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Situs Pandegong di kawasan persawahan Dusun Kwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, kembali diekskavasi. Eskavasi tahap II ini berlangsung selama 10 hari, dimulai 16 hingga 25 Maret 2022.

Di hari pertama eskavasi, terlihat sejumlah petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) sudah berbagi tugas, ada yang melakukan pemotongan pohon, pengurukan tanah, dan mencatat sejumlah barang temuan.

Bacaan Lainnya

Pamong BPCB Jatim Albertus Agung Vidi Susanto mengatakan, target eskavasi lanjutan dari tahap yang pertama itu yakni menampakkan denah situs secara utuh atau 100 persen.

Pada tahapan eskavasi I, diketahui penampakan denah dinilai berhasil ditampakkan 70 persen.

“Kita utamakan yang dari sisi timur dan sisi selatan, karena 70 persen denahnya sudah terlihat di eskavasi tahap pertama kemarin. Nah kali ini 30 persennya kami usahakan, agar denah tampak jelas secara utuh,” ujarnya, Rabu (16/3/2022) siang.

Berita Menarik Lainnya:  Tumbuh Subur Di Pesantren, Keluarga Ponpes Sumber Wringin Akui Ajaran PSHT Selaras Dengan Pesantren

Kendala para petugas di tahap eskavasi tahap II ini dirasa, mulai adanya pohon besar yang menutupi struktur denah hingga kondisi gundukan tanah cukup tinggi. Hal itu membuat petugas harus hati-hati dalam eskavasi.

“Benar kendala kami pertama yaitu pohon yang menutupi sisi timur dan selatan. Kemudian yang kedua volume kerja kita tinggi, karena gundukan tanah ini dengan kedalaman sekitar dua meteran. Tapi tetap kami coba dan usahakan sesuai target awal,” jelasnya di lokasi.

Ruas bangunan terhitung 8,70 cm dari setiap sudut barat daya ke barat laut. Dari ujung barat diduga sebagai trap tangga sampai struktur yang tampak di timur laut 10,80 cm.

“Untuk tinggi bangunan sekitar 180, itu termasuk tinggi. Karena kita masih melihat adanya indikasi hiasan, jadi hiasan itu biasanya ada di dinding yang tertampak. Sehingga kemungkinan bagian kaki itu masih utuh,” cetusnya.

Ads

Mengetahui kondisi struktur bangunan ini, Vidi mengatakan bangunan menghadap ke barat. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya indikasi trap tangga masuk bangunan dari ujung barat.

Berita Menarik Lainnya:  Kisah Hikmah dibalik Tradisi Bubur Tajin Pulau Garam

“Menghadap ke barat, dari indikasi temuan trap tangga dan ke-dua Arca di tahap pertama eskavasi situs Pandegong ini. Ya harapan kami mohon doa restunya, selama 10 hari tahap eskavasi lanjutan ini semoga denah segera terlihat dengan secara utuh dan jelas 100 persen,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permusiuman Disdikbud Jombang Iswahyudi Hidayat, menjelaskan anggaran yang digunakan untuk proses eskavasi situs Pandegong selama 10 hari itu, sudah disiapkan, dana APBD 2022.

Ads

“Anggaran disiapkan 54 juta dari APBD 2022. Untuk tahapan eskavasi lanjutan situs Pandegong ini dimulai per hari ini Rabu, tanggal 16 sampai 25 Maret 2022 mendatang,” kata Iswahyudi Hidayat kepada Beritabangsa.com saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu pihaknya berupaya agar proses eskavasi dengan target penampakan denah di sisi timur dan selatan, segera terlihat jelas.

Di samping itu, meski proses eskavasi dilakukan saat Jombang masih dilanda musim hujan, pihaknya berupaya agar proses eskavasi tahap II situs Pandegong berjalan lancar.

Berita Menarik Lainnya:  Harga LPG Non Subsidi Naik, Warga Tak Usah Panik

“Harapannya ekskavasi sisi timur dan selatan situs serta bagian tengah situs dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Sihingga nanti dapat disimpulkan dan dikaji lebih lanjut oleh tim BPCB Jatim, situs pandegong itu termasuk pada era apa dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Pantauan Beritabangsa.com di lokasi, cuaca siang menjelang sore hari di hari pertama eskavasi situs Pandegong tahap kedua dimulai, cukup mendung yang kemudian diguyur hujan. Kendati demikian, tak membuat sejumlah petugas berhenti beraktivitas meski harus basah-basahan dengan keringat yang dicampur dengan air hujan.

Sebagian warga sekitar turut menyaksikan proses eskavasi situs Pandegong, yang kawasannya sempat dikenal saklar. Sejumlah warga ini tidak sedikit terlihat asyik menyaksikan sembari memainkan gadget untuk mendokumentasikan foto dan video aktivitas dari BPCB Jatim tersebut.

Tidak perlu bingung bagi pengunjung ketika merasa lapar dan haus ketika berkunjung ke kawasan situs Pandegong ini. Karena sudah ada warung kecil, yang menyediakan aneka makanan dan minuman hangat maupun segar siap dipesan di samping kawasan ini.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800