Ditemukan Sumur Pancarkan Air dari Kedalaman 4 Meter, Ada Sejak Zaman Mpu Sindok ?

Situs Pandegong
Jayadi pengurus Situs Pendegong Jombang, ketika menunjukkan sumur yang mengeluarkan sumber air
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Usai dilakukan ekskavasi tahap 3 di Situs Pandegong, Jombang, keberadaan sumur yang diduga sudah ada sejak zaman Mpu Sindok tersebut mengeluarkan sumber mata air dari kedalaman sekitar 4 meteran.

Belum bisa dipastikan usia sumur ini. Namun munculnya air dari sumur yang rusak itu, sumber airnya sempat dikonsumsi warga setempat.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Jayadi atau pengurus Situs Pandegong membernarkan informasi tersebut. Katanya, sumber mata air dari sumur dimaksud sempat dikonsumsi oleh warga memakai alat seadanya.

Berita Menarik Lainnya:  Pererat Tali Silaturrahmi, Alumni SMP Wachid Hasyim Angkatan 93 bakal gelar Reuni

“Iya benar Mas, ada airnya di dalam sumur ini. Sebelumnya tidak ada, baru ada setelah diekskavasi tahap III. Kalau diambil dan diminum orang itu ya cuma orang-orang di sawah ini saja. Kalau orang luar itu belum ada,” ujar Jayadi kepada Beritabangsa.com, Selasa (24/5/2022) sore.

Ads

Tak hanya warga, ia pun mengaku juga mengonsumsi air itu. Disinggung perbedaan rasa airnya, pihaknya enggan menjelaskan. Jayadi hanya menyampaikan, air itu rasanya tawar.

“Tidak berani saya kalau mau menyebutkan perbedaannya begitu. Airnya tawar kok, ya mungkin karena bangunan sumur di bawah itu sudah rusak, sehingga muncul sumber air itu. Mungkin itu saja, selebihnya tidak tahu,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan Beritabangsa.com, di kawasan situs Pandegong, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang ini udaranya terasa sejuk.

Berita Menarik Lainnya:  Kajati Jatim dan Bupati Malang Sepakat Keberadaan RRJ Bawa Manfaat Bagi Masyarakat

Di area kawasan yang sudah diekskavasi oleh tim dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, diberi garis police line. Artinya pengunjung tidak diizinkan melintas atau masuk area.

Ads

Air Sumur Belum Diuji

Kabid Kebudayaan
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Dian Yunitasari

Keberadaan air sumur hingga informasi terdapat warga yang mengonsumsi, diketahui oleh petugas dari dinas terkait. Dari laporan yang diterima, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Dian Yunitasari mengatakan sudah mengetahui keberadaan air sumur ini.

Pihaknya mengaku belum bisa menjelaskan lebih jauh akan munculnya air sumur yang dikonsumsi warga itu belum ada laporan. Ia hanya memastikan jika kini, warga dilarang masuki kawasan ekskavasi dan mengambil air.

“Iya Mas, sudah kami ketahui dari laporan yang kami terima. Mungkin air itu karena kedalaman penggalian Mas, tapi tidak tahu juga. Karena dari laporan yang kami terima, itu hanya air tawar biasa. Tapi tetap akan kami tindaklanjuti, koordinasi dengan BPCB yang mengekskavasi,” tuturnya saat dikonfirmasi Beritabangsa.com melalui sambungan telepon.

Berita Menarik Lainnya:  Alumni SMP Wachid Hasyim Tahun 93 Eratkan Silaturrahim dengan Halal bi Halal

Selain akan mengambil sampel air untuk diuji, pihaknya juga sudah melarang warga kembali mengonsumsi air sumber itu. Selain faktor keamanan situs dan kerusakan juga faktor kesehatan.

“Takutnya nanti ditemukan kerusakan. Maka ini nanti kami akan dikoordinasikan dengan BPCB dan pihak desa di sana. Kalau untuk pembuktian khasiat air, maka perlu adanya proses lebih lanjut melalui proses uji laboratorium,” pungkasnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait