Tim Psikososial Muhammadiyah Dampingi Warga Terdampak Awan Panas Guguran Semeru

Tim Psikososial UMM saat melakukan pendampingan korban trauma erupsi Semeru, Jumat (10/12/2021) | Foto: Humas Pemkab Lumajang
Tim Psikososial UMM saat melakukan pendampingan korban trauma erupsi Semeru, Jumat (10/12/2021) | Foto: Humas Pemkab Lumajang
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Lumajang – Tim Psikososial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan pendampingan kepada warga terdampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Fath Mashuri selaku koordinator tim, Jumat (10/12/2021).

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

“Kami menerjunkan 1 orang dosen dan 7 orang mahasiswa psikologi UMM dengan lokasi pendampingan di Desa Oro-Oro Ombo, pengungsian SMP Negeri Pronojiwo dan Masjid Nurul Jadid, Desa Supiturang,” jelas Fath.

Berita Menarik Lainnya:  Giat Pantau dan Kontrol Anggota, Kapolsek Jrengik Sampang di Pos Pam Nyiburan Saat Ops Lilin Semeru 2019

Menurut Fath, Kamis (9/12) tim ini melakukan rapid assessment untuk pemetaan kondisi psikologis di titik yang difokuskan. Kemudian pada Jumat (10/12) tim mulai bergerak melakukan distract activity (aktifitas pengalihan) untuk kelompok rentan dan anak-anak di Desa Oro-Oro Ombo.

Hingga kini terdata sebanyak 69 orang penyintas telah mendapatkan pendampingan.

“Kami menemukan 3 aspek kondisi psikis para penyintas yaitu tingkat kecemasan, keberfungsian sosial dan kepercayaan diri untuk bangkit dari masalah yang dihadapi. Kondisi psikis korban mengalami tingkat kecemasan yang sangat tinggi namun untuk keberfungsian sosial dan kepercayaan diri mulai membaik pasca 5 hari erupsi berlangsung,” ungkap Fath.

Berita Menarik Lainnya:  Lazisnu Sawahan Bersama JPZIS Santuni Anak Yatim

Namun, menurut Faht, tidak dipungkiri beberapa korban mengalami trauma berat seperti yang dialami oleh warga yaitu MRD, 50 tahun.

MRD mengalami tingkat kecemasan tinggi hingga trauma setelah melihat 5 orang temannya meninggal di depan mata ketika erupsi. Pada saat itu ia sesak nafas dan tidak bisa melihat apa – apa.

Dia bahkan mengalami kesulitan untuk tidur dan merasa cemas.

Berita Menarik Lainnya:  Satlantas Polres Pekalongan Kota dan Dishub Bersinergi Dengan KPSF Bersihkan Rambu Lalu Lintas

Fath menambahkan, bagaimanapun, timnya berusaha semaksimal mungkin melakukan pendampingan kepada para penyintas bencana APG Semeru.

“Kami akan melakukan pendampingan psikologis lebih lanjut dalam bentuk intervensi individual kepada korban yang mengalami trauma berlebih,” ujarnya.

Diungkapkan juga kendala yang ditemukan di lapangan adalah terkait bahasa.

“Sebab mayoritas warga daerah Pronojiwo menggunakan bahasa Madura dan kurang fasih dalam berbahasa Indonesia. Sementara tim psikososial mayoritas berasal dari luar Jawa. Selain itu kendala medan dan kondisi Semeru yang fluktuatif,” pungkas Fath.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280