Penguatan Ideologi Jadi Target Utama PCNU Surabaya di Muskercab ke-1

Keterangan foto: Ketua PCNU Kota Surabaya KH Muhibbin Zuhri.
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab ke-1) dengan tema ‘Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas’ di Hotel Tunjungan, Minggu (21/11/2021).

Muskercab tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj secara virtual dan dihadiri oleh Mustasyar PCNU Kota Surabaya, dan Badan Otonom (Banom).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Perda No 5 Tahun 2020 Tuai Kritikan Segenap Elemen Masyarakat, Ketua Lakpesdam NU : Ini Awal Liberisasi Ekonomi
banner 1920x1080

Hadir juga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kapolrestabes Surabaya Kombes Akhmad Yusep Gunawan dan Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono.

Pada Muskercab ke-1 itu, Ketua PCNU Kota Surabaya, KH Ahmad Muhibbin Zuhri menfokuskan 3 target utama dalam agenda ke depan. Pertama, penguatan basis ideologi melalui 3 M, yakni masjid/musala, madrasah, dan majelis.

Menurutnya, masjid/musala hendaknya terus dirawat, diwakafkan atau dihibahkan pada NU. Hal tersebut untuk mencegah lahirnya ideologi radikalisme yang secara massif masuk pada masjid-masjid di perkotaan.

Berita Menarik Lainnya:  Baznas Lumajang Salurkan 10 Kaki Palsu Kepada Disabilitas

“Terkait madrasah, saya kira kita memiliki madrasah yang maju, maka sinergi dengan pemerintah perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitasnya. Sedang majelis sebagai konsolidasi kultural nahdliyin, juga harus terus dirawat dan lestari,” ucapnya.

Kedua, NU hadir di tengah masyarakat urban. Disebutkan bahwa, hendaknya tidak hanya mengajak mereka berkumpul ketika ada acara insidentil saja, tapi hendaknya setiap saat ketika dibutuhkan.

Berita Menarik Lainnya:  Refleksi Muassis Taswirul Afkar, BEM STAITA Gelar Dialog Interaktif

“Warga yang membutuhkan makanan hendaknya kita beri makan atau yang lainnya. Karena NU perlu hadir dengan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Ketiga, ialah melakukan dakwah berbasis komunitas, bukan hanya melakukan dakwah berbasis wilayah. Dakwah tersebut harus berdasarkan kondisi masyarakat yang syarat tidak menentu. Sepertiperumahan elit atau bahkan gedung pencakar langit.

“Maka, pendampingan dari setiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) sangat diperlukan agar ikhtiar ini berjalan dengan maksimal,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait