Pengidap Saraf Otak di Jombang Ini Bercita-cita Jadi Dokter

Ainur Syifa pengidap saraf otak di Jombang bersama ibunya
Foto: Ainur Syifa pengidap saraf otak di Jombang bersama ibunya
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG– Ainur Syifa adalah seorang gadis asal Dusun Kemambang, Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang yang kini berusia 11 tahun ini salah satu pengidap saraf otak .

Putri semata wayang Suryati (52) ini, meski demikian memiliki mimpi seperti lazimnya anak di usia belia. Ainur Syifa pengidap saraf otak itu pun mengaku ingin bisa sekolah hingga kelak nanti menjadi dokter gigi.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Yadnya Kasada, Wisata Gunung Bromo Tertutup untuk Wisatawan

“Ingin jadi dokter gigi, ingin sekolah,” ujar Syifa, Sabtu (13/8/2022) siang.

Kalimat itu tak jarang diungkap Syifa di waktu tertentu saat bersama ibundanya ini. Dia pun tetap asyik meski harus ditinggal pergi sebentar saja oleh ibundanya, dengan bermain bersama hewan ternak kesukaannya.

“Sendiri, main sama ayam,” singkat Syifa.

Sementara, Suryati menceritakan bahwa anaknya, Syifa mengutarakan mimpinya untuk sekolah dan menjadi seorang dokter.

“Kala itu nonton TV dan yang ditonton menggambarkan sekumpulan polisi lalu menampilkan seorang dokter saat menangani pasien di rumah sakit,” ujar Suryati.

Berita Menarik Lainnya:  Tim Penilai Kelurahan Terbaik Tingkat Provsu Kunjungi Kelurahan Selawan

“Syifa ini tersenyum sendiri. Kemudian saya tanyakan, emang Syifa ingin jadi Polisi? Lantas Syifa jawab, tidak. Ingin sekolah dan jadi dokter,” imbuh Suryati.

Menanggapi impian Syifa yang tinggi, Suryati mengaku tak patah semangat untuk tetap menemani, mendukung impian sang buah hatinya. Namun dirinya dilanda kekhawatiran biaya dalam menyekolahkan anaknya.

“Kemarin itu ada tawaran bantuan sekolah gratis, tapi di Bojonegoro. Dan saya tidak bisa jauh-jauh dari Syifa, begitu pun dia, dia butuh saya untuk selalu di sampingnya. Sementara saya juga tidak bisa meninggalkan rumah ini, karena usaha saya di sini,” jelas Suryati, berkaca-kaca.

Berita Menarik Lainnya:  Serahkan Santunan 200 Yatim dan 100 Zakat Produktif, Khofifah: Semoga Bisa Tingkatkan Kesejahteraan

Kini, ia lebih memilih menemani dan mengajari Syifa di rumah. Ilmu agama mulai diperkenalkan, semisal membaca huruf hijaiyah dan dengan sabar mengajari membaca huruf dan angka.

“Mau sekolah bagaimana sudah besar begini, dan tidak bisa jauh-jauh dari saya. Jadi ya saya ajari di rumah saja,” katanya.

Kendati demikian, Suryati hanya bisa berharap anaknya sehat dan sembuh dari penyakitnya.

“Harapannya bagaimana bisa sehat, lekas sembuh. Saya yakin Allah memilihkan yang terbaik untuk Syifa. Termasuk bagaimana anaknya bisa sekolah dan tidak jauh dari sampingnya,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280