Magana Unusa Beri Trauma Healing ke Anak-anak Korban Erupsi Gunung Semeru

Mahasiswa Unusa saat memberikan Trauma Healing pada Anak-anak Korban Erupsi Gunung Semeru | Foto: Humas Unusa
Mahasiswa Unusa saat memberikan Trauma Healing pada Anak-anak Korban Erupsi Gunung Semeru | Foto: Humas Unusa
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Sejumlah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang tergabung dalam Mahasiswa Tanggap Bencana (Magana) terjun langsung memberikan trauma healing pada anak-anak dan pemeriksaan kesehatan gratis di salah satu Posko pengungsian erupsi gunung Semeru di wilayah Pronojiwo, Lumajang.

Ketua Magana Unusa, Putri Wahyuni, menjelaskan sejumlah mahasiswa diberangkatkan untuk membantu anak-anak mengatasi masalah psikologi pasca bencana.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Salah satu metode yang dilakukan, anak-anak diajak mendengarkan cerita dan bermain, sehingga anak-anak terhibur.

Berita Menarik Lainnya:  Puskesmas Banjar Gelar Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Libatkan Tokoh Masyarakat

“Kami melakukan trauma healing kepada anak-anak karena mereka yang paling tertekan dengan adanya bencana. Metode yang kami lakukan untuk membuat anak-anak ceria dan melupakan apa yang baru saja dialami,” terangnya.

Dikatakannya, pasca bencana erupsi Gunung Semeru, anak-anak lebih banyak diam dan tidak mau makan. Hal ini dikarenakan ada trauma yang mereka alami.

“Selain itu ada anak yang harus kehilangan kedua orang tuanya. Jadi mereka masih merasa sedih dan memilih menyendiri,” terang mahasiswa S1 Keperawatan ini.

Putri menceritakan, di pengungsian ada anak kelas 1 SD yang mengalami kendala psikologis berat. Ini karena sampai saat ini dia belum menemukan kedua orang tuanya.

Berita Menarik Lainnya:  Gandeng Kodim 0820, WBP Lapas Probolinggo Dibekali Sosialisasi Cegah Radikalisme

Kondisi ini membuat anak tersebut lemas, menyendiri serta susah makan.

“Kami lakukan pendekatan dan membujuk dia untuk ikut main bersama, kondisi ini membuat kondisi anak tersebut mulai bisa aktif kembali,” beber Putri.

Putri mengaku selama proses pendekatan untuk menjalani trauma healing ini ada beberapa anak yang memilih menyendiri.

“Ini tantangan tersendiri bagi kami, dan kami terus memberikan support yang membuat anak-anak bisa bangkit dan kembali ceria seperti sedia kala,” ucap wanita berusia 20 tahun.

Magana Unusa berangkat ke lokasi pengungsian bersama dengan relawan Rescue Ideru Jatim.

Berita Menarik Lainnya:  Senyum Tulus Pedagang Cilok Pasuruan kepada Khofifah

Mereka tidak hanya melakukan trauma healing, mahasiswa juga melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Kondisi pasca bencana tidak jarang masyarakat dengan mudah terserang penyakit, jadi kami memeriksa kesehatan dari masyarakat yang terdampak bencana,” terangnya.

Nantinya mahasiswa yang tergabung dalam Magana akan bergiliran untuk ke lokasi pengungsian.

“Kami bergantian untuk ke lokasi untuk memberikan trauma healing serta cek kesehatan dari pengungsian,” ujarnya.

Putri berharap langkah ini dapat membantu pengungsi terlebih anak-anak untuk keluar dari masalah psikologi pasca bencana erupsi Gunung Semeru.

“Kami ingin membantu mengatasi masalah tersebut. Terpenting pengungsi anak-anak maupun dewasa akan teratasi,” akunya.

banner 600x310
banner 1024x1280