Kompak Gelontor Bantuan Korban Erupsi Semeru Door to Door

Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (Kompak) mendistribusikan bantuannya secara langsung atau door to door | Foto: Humas Pemkab Lumajang
Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (Kompak) mendistribusikan bantuannya secara langsung atau door to door | Foto: Humas Pemkab Lumajang
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Lumajang – Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (Kompak) mendistribusikan bantuannya secara langsung atau door to door kepada terdampak langsung erupsi Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Kabupaten Lumajang.

Tri Broto, Koordinator Lapangan Kompak Peduli Gunung Semeru, menjelaskan sengaja dilakukan jemput bola untuk penyisiran yang korban yang belum tersentuh bantuan.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Komunitas Teknisi HP WEB Kirim Bantuan Korban Erupsi Semeru

“Pembagian bantuan secara langsung atau jemput bola itu untuk penyisiran, kepada mereka yang terdampak langsung akibat Erupsi Gunung Semeru dan belum tersentuh,” aku wartawan Trans7 ini.

Dengan 6 personel anggota Kompak, pembagian bantuan dilakukan di Desa Sumber Wuluh Kabupaten Lumajang.

Misirah (60) warga Desa Sumber Wuluh, mengaku sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Kompak Peduli.

Berita Menarik Lainnya:  Grha Nayopaya Gandeng GIAN Adakan Bimtek P4GN

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Kompak Peduli dan semoga Allah SWT membalas kebaikan Kompak yang sudah jauh-jauh datang dari Surabaya,” tukas perempuan paruh baya ini.

Sementara itu, Joyo menjelaskan kondisi pengungsi saat ini cukup aman. Diakui ada beberapa orang yang meninggalkan Pos Pengungsian untuk tinggal di rumah kerabatnya.

“Kalau masalah makan dan minum Insya Allah untuk para pengungsi aman dikarenakan banyak didirikan dapur umum dari pemerintah dan relawan,” ujar, relawan di Posko ini.

Berita Menarik Lainnya:  Peringati Hari Santri 2021, LKNU Kota Surabaya bersama MWCNU Wonokromo Gelar Khitan Massal

Kondisi saat ini, terutama sungai Desa Kamar Kajang, sudah tidak mampu menampung aliran air karena penuh lahar dingin.

Dia menyarankan agar ada sudetan sungai ke arah Sungai Gunung Banyak atau Sungai Besuk Kobokan.

Jika dibiarkan dikhawatirkan air meluber ke Desa Sumber Wuluh Tengah hingga Kebon Deli Utara dan Kebon Deli Selatan. Terbukti, terjadi di Kampung Renteng ada 26 rumah yang sudah terendam abu lava Semeru.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280