Perumda Tirta Kanjuruhan Sosialisasi Rencana Pengamanan Air Minum

Perumda Tirta Kanjuruhan Sosialisasi Rencana Pengamanan Air Minum
Pelaksanaan sosialisasi Rencana Pengamanan Air Minum
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-MALANG – Water Safety Plan (WSP) atau Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), didefinisikan sebagai upaya untuk pengamanan pasokan air minum.

Baik dari segi kualitas dengan mengedepankan berbagai upaya perlindungan (prevention) sumber air dan pencegahan (protection) pencemaran badan air mulai maupun dari segi kuantitasnya mulai dari sumber (cathment) sampai di kran air pelanggan/masyarakat.

Bacaan Lainnya

Hal itu dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak secara terpadu dengan menggunakan pendekatan analisis dan manajemen risiko untuk mencapai standar kualitas air yang memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

Perumda Tirta Kanjuruhan sebagai salah satu operator penyediaan air bersih memiliki kepentingan terhadap seluruh upaya yang diperlukan untuk menjamin keberlangsungan ketersediaan air baku dari semua segi yang dipersyaratkan, dengan melibatkan seluruh jajaran stakeholder dan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, dan instansi Pemerintah lainnya. Untuk kepentingan hal tersebut,

Berita Menarik Lainnya:  Ngiler Oleh Kecantikan Korban Pengangguran Ini Remas Payudara Tetangganya

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan H Syamsul Hadi mengatakan, ada beberapa hal penting terkait dengan dokumen RPAM Perumda Tirta Kanjuruhan, antara lain, penyusunan RPAM yang merupakan strategi menuju tercapainya akses air minum yang layak dan aman serta konsep pengamanan air minum berbasis risiko yang dilakukan oleh penyelenggara mulai pengamanan dari hulu hingga hilir.

“Selanjutnya adalah ujuan dari RPAM adalah merupakan upaya perbaikan manajemen risiko yang berkesinambungan (continous improvement) yang mencakup 3 pilar yang saling berkaitan yakni lingkungan, sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Tahapan penyusunan dokumen RPAM, meliputi tahap penetapan Tim RPAM, pelaksanaan diklat dan workshop, pengumpulan dan pengolahan data, monitoringdan evaluasi draft RPAM, serta revisi draft dan finishing dokumen RPAM.

Dalam rilisnya, Syamsul Hadi melalui Humas Perumda Tirta Kanjuruhan, Jumat (22/4/2022), mengatakan untuk merealisasikan komitmen pengamanan air minum yang tertuang pada dokumen RPAM, beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain cakupan layanan Perumda Tirta Kanjuruhan masih 42%.

Ads

Kemampuan anggaran perusahaan yang terbatas, peningkatan sinergitas antara Perumda dengan OPD terkait, serta belum dimilikinya peraturan tentang penyelenggara SPAM di luar Perumda Tirta Kanjuruhan.

“Kami menyadari masih banyak yang harus diselesaikan terkait cakupan layanan Perumda Tirta Kanjuruhan yang masih di bawah 5% dan kemampuan anggaran kita masih terbatas, itulah yang perlu segera dibenahi dalam merealisasikan dokumen RPAM,” beber Syamsul Hadi.

Berita Menarik Lainnya:  Kunker Banggar DPRD dan TAPD Provinsi Sumut ke Kabupaten Asahan

Beberapa hal yang diperlukan untuk menerapkan RPAM yaitu dukungan Pemkab Malang untuk mengesahkan dokumen RPAM Perumda Tirta Kanjuruhan mellaui Peraturan Bupati,

“Dukungan anggaran bagi penerapan RPAM baik dari APBD Kabupaten, APBD Propinsi maupun APBN, penyusunan dokumen RPAM bagi Penyelenggara SPAM selain Perumda Tirta Kanjuruhan serta monitoring dan evaluasi secara konsisten terhadap Dokumen RPAM dari Pemerintah Daerah,” tandas pria yang akrab dengan wartawan ini.

Sememtara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, selaku Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Kanjuruhan, memberikan apresiasi atas penyusunan dokumen RPAM Perumda Tirta Kanjuruhandan mendukung pengesahannya melalui Peraturan Bupati Malang.

Ads

Mendukung penerapan dokumen RPAM Perumda Tirta Kanjuruhan yang akan ditindaklanjuti oleh OPD terkait sesuai dengan tugasnya, meliputi Bappeda, Dinas Cipta Karya, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum dan Bagian Perekonomian.

“Dengan dilaksanakan review terhadap Dokumen RPAM Perumda Tirta Kanjuruhan oleh tenaga ahli yaitu Tri Joko, dimana hasil review yang diberikan diantaranya berupa skor 1,97 dengan kategori Baik untuk Dokumen RPAM Perumda Tirta Kanjuruhan, yang dinilai dari beberapa aspek dan target yang direalisasikan. Sedangkan terhadap Dokumen RPAM Perumda Tirta Kanjuruhan,” terang mantan Kepala Dinas PU SDA ini.

Berita Menarik Lainnya:  Pedestrian Jalan KH Wahid Hasyim Jombang Tak Nyaman Lagi, Kenapa ?

RPAM Perumda Tirta Kanjuruhan menjadi bagian dari rencana aksi daerah dalam pencapaian, Rencana pembiayaan RPAM Perumda Tirta Kanjuruhan menjadi rencana kerja daerah melalui Renacana bisnis,

“Pengembangan manajemen pengelolaan SPAM melalui manajemen Sistem Informasi manajemen aset dan manajemen operasional SPAM4. Satuan Pengawasan Internal menjadi bagian proses penjaminan mutu internal RPAM Perumda Tirta Kanjuruhan,” pungkas Wahyu Hidayat.

Perumda Tirta Kanjuruhan telah melaksanakan penyusunan Dokumen Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) pada 66 titik SPAM yang dimiliki oleh Perumda Tirta Kanjuruhan, didampingi oleh Staf Ahli dari Universitas Diponegoro, Tri Joko, Dokumen RPAM tersebut pada tahun 2021, dan pada 19 April 2022 disosialisasikan di depan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang selaku Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Kanjuruhan, beserta jajaran anggota Dewan Pengawas, beberapa OPD terkait, antara lain BAPPEDA, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Dinas PU SDA, dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Malang.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800