Jelang Hari Kemerdekaan, Perajin Piala di Jombang Rengkuh Keberkahan

Pengrajin
Aktivitas salah satu karyawan Cahyo, pengrajin piala di Kabupaten Jombang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Geliat ekonomi perajin piala di berbagai daerah mulai bergairah. Salah satunya, perajin piala bernama Cahyo di Jalan Halmahera, Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Ads

Di momentum saat ini, usaha pernak-pernik bendera tak lepas dari momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77. Para perajin mulai bangkit setelah disapu wabah pandemi Covid-19 selama kurang lebih 2 tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Berkat keuletannya, menjelang 17 Agustus 2022, sejumlah karyawannya sudah disibukkan sejak awal Agustus ini. Semisal Rio Febrian (26) manager usaha, menjelaskan, kesibukan itu terjadi setelah berbagai kalangan memesan piala dibuat untuk hadiah lomba di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI).

Berita Menarik Lainnya:  Lazisnu Kota Probolinggo Salurkan 400 Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji dan Santri

“Alhamdulillah ya Mas, untuk tahun ini kita bisa memproduksi piala lebih banyak lagi daripada tahun-tahun sebelumnya. Karena dua tahun terakhir ini sendiri sangat luar biasa sekali dampak dari masa pandemi. 2 tahun lebih, tidak ada kegiatan sama sekali,” ujar Rio, Rabu (3/8/2022) siang.

Sejak awal bulan Juli, Rio mengatakan jika setiap harinya harus membuat ribuan thropy. Mulai dari ukuran paling kecil hingga besar. Sehari selesai. Selanjutnya kata Rio jika keesokan harinya langsung dikirim kepada sejumlah pelanggan.

Tak sekadar warga daerah Jombang saja, Rio menyebut banyak dari luar daerah maupun luar Jawa, seperti daerah Papua juga memesan.

Berita Menarik Lainnya:  DPRD Akan Panggil DPUPTR Jika Ada Pengaduan

“70 persen dari target sebelumnya, sekarang sudah mengalami kenaikan di bulan Juli dan awal-awal bulan Agustus ini. Jadi kalau kami di sini, ada pesanan masuk langsung dibuat dan esok harinya langsung dikirim. Pengirimannya kemana-mana, paling jauh seperti Papua, Aceh,” jelasnya.

Memasuki bulan Agustus, Rio mengaku jika setiap harinya melakukan pengiriman thropy sekitar 3000 hingga 4000-an biji. Mulai dari piala yang seharga Rp10 ribu, hingga Rp1 juta ribu.

Sementara dalam pembuatan piala secara utuh, Rio hanya mengerjakan bagian dasar, sementara bagian tengah atau badan piala dipesan dari sesama pengrajin di daerah lain.

Berita Menarik Lainnya:  Miris, Jalan Rusak, Kampung di Desa Banyuwulu dan Gubrih Terisolir

“Sampai bulan Agustus ini, sudah sampai kirim 3 ribu lebih piala setiap harinya. Rata-rata pemesanan piala ini dari kampung-kampung gitu, kebutuhannya kebanyakan untuk hadiah lomba HUT Kemerdekaan nanti,” bebernya.

Omzet pun melimpah. Rio mengakui di bulan Juli, saja omzetnya tembus Rp200 juta. Memasuki bulan Agustus diperkirakan Rio, akan lebih.

“Kalau omzet di bulan Agustus ini, kita masih belum tau. Tapi saya kira akan lebih daripada bulan Juli kemarin, di bulan Juli itu omzetnya sekitar 200 jutaan lebih. Kalau soal harga pialanya, dari paling kecil seharga 10 ribu. Kalau yang paling besar atau tinggi sekitar 3 meter-an itu, harganya 2 juta setengah,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Pos terkait

banner 768x1152