Sopir Buta Asal Jombang Ini Puluhan Tahun Hidup Sebatang Kara

Khoirul Asnan, sopir yang mengalami kebutaan dan hidup sebatang kara tanpa bantuan di Jombang. Foto : Faiz

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Nasib Khoirul Asnan (43), warga Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, menyentuh rasa iba. Selama ini hidup sebatang kara, malah tak pernah menerima bantuan pemerintah.

Kini Khoirul, tak lagi bisa bekerja. Matanya buta. Tidak bisa melihat. Lelaki tamatan SLTP ini pernah menjadi sopir truk angkutan berat lintas nusantara, Jawa, Nusa Tenggara Barat, hingga Bali.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Antisipasi Penyebaran Varian Omicron, Pemkab Bersama Polres Bondowoso Gelar Pamor Keris
banner 1920x1080

Kepiawaian juru kemudi truk ini harus terhenti terhentikan di 2013. Kedua matanya terserang penyakit kebutaan. Saat itu juga dia hanya bisa berdiam di rumah dan berobat.

Kelilipan Berakhir Kebutaan

Penyebab kebutaan Khoirul hingga kini belum diketahui pasti. Sedangkan pengobatan sudah dilakukan beberapa kali. Mulai dari klinik kesehatan swasta, pemerintah, medis hingga non medis.

Berita Menarik Lainnya:  Sego Rongewu, Wujud Kepedulian IKASDASA Pada Duafa

Namun sial penyebab kebutaan belum juga bisa diketahui. Hanya saja dia sadar kala itu kelilipan saat menyopiri truk di kawasan Kabupaten Sidoarjo.

Dia hendak memarkirkan truk. Namun tiba-tiba mata perih, layaknya kemasukan benda di mata.

“Seperti orang kelilipan tapi waktu itu begitu perih. Saya kucek-kucek, kemudian pandangan mata jadi buram dan perih,” ujarnya, di kediamannya pada Rabu, (5/10/2022).

Tambah lama makin perih. Dia pun tak tahan dan minta dijemput. Esok harinya ia langsung dibawa ke puskesmas untuk berobat.

Berita Menarik Lainnya:  Resmikan Kantor Baru, MS GLOW Buka Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Hasilnya tak memuaskan. Dia pun berobat ke tempat non medis. Diulang beberapa kali. Hasilnya tetap saja.

“Sudah kemana-mana berobatnya, sudah bolak balik ke dukun juga, berobat ke rumah sakit pun sampai ke dr Soetomo Surabaya sudah. Tapi ya gitu, obatnya itu gak kerasa. Padahal obatnya sudah kemana-mana, sampai gak ada biayanya,” jelasnya.

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *