Ironis! Balita di Kabupaten Blitar Tertular HIV/AIDS

Kadinkes Blitar
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Christine Indrawaty
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BLITAR- Sungguh ironis, balita yang seharusnya lahir dan tumbuh berkembang tanpa harus mengidap penyakit turunan, malah harus menanggung akibat dari kebiasaan buruk orang tuanya, seperti HIV/AIDS.

Menurut informasi yang terhimpun, ada dua balita menderita penyakit HIV/AIDS di kabupaten Blitar. Bahkan tak hanya itu, penularan HIV/AIDS masih terbilang sangat mengkhawatirkan.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

HIV/AIDS ternyata tak hanya menyerang orang dewasa atau usia produktif, malah penyakit tersebut sudah menyasar pada balita.

Berita Menarik Lainnya:  Gelar KONGRES I 2022, Organisasi Usaha dan Ekonomi Rakyat Nusantara Dorong Kemandirian Ekonomi

Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, ada dua kasus baru yang menginfeksi balita.

Kasus tersebut terdeteksi dari seorang ibu yang sebelumnya memang sudah berstatus Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).

Kepala Dinkes Kabupaten Blitar Christine Indrawaty mengatakan, 90% kasus balita yang terinfeksi HIV) AIDS karena tertular dari ibunya yang disebabkan kebiasaan sang suami melakukan seks bebas tanpa sepengetahuan istri.

Sementara 10 persen lainnya disebabkan faktor ibu yang melakukan seks bebas dan menyalahgunakan narkoba.

“Temuan baru kami tahun 2022 ini, dua balita ini tertular dari ibunya. Ibunya tertular suaminya yang sudah meninggal karena positif HIV/AIDS juga,” jelasnya. Selasa (14/9/2022).

“Sayangnya, ibu hamil ini tidak melakukan pemeriksaan sejak awal, sehingga tidak menerima edukasi yang benar dalam penanganan ODHA,” imbuhnya.

Berita Menarik Lainnya:  Kompartemen Kebencanaan IKA ITS Mitigasi Semeru 2022

Christine menambahkan bahwa ibu hamil yang termasuk ODHA sejak awal pemeriksaan kandungan mendapat penanganan khusus dari petugas kesehatan yang selalu memantau kondisi mereka.

Hal itu dilakukan agar supaya tidak menularkan penyakitnya kepada janin yang dikandung serta ke orang di lingkungannya.

“Untuk bumil ODHA memang kami usahakan melahirkan melalui operasi caesar karena risiko tertularnya minim. Sebab, jika melahirkan normal, adanya sobekan jalan keluar janin itu menjadi media penularan kepada bayi yang dilahirkan,” terangnya.

Christine menambahkan bahwa efek atas perkembangan dan pertumbuhan anak yang bertahan hidup dengan penyakit itu besar.

Beberapa tahun lalu, dirinya pernah menemukan adanya kasus diskriminasi oleh lingkungan sekitar yang membuat anak tidak mendapatkan pendidikan layak.

Berita Menarik Lainnya:  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hadiri Gathering Bank Sumut Bersama Nasabah Prioritas

“Dan yang membuat sedih, pernah salah satu anak diminta pindah sekolah karena ketahuan mengidap HIV/AIDS. Kami tidak ingin kasus serupa terulang,” tandasnya.

“Kami imbau, ibu yang sedang hamil harus rutin memeriksakan kondisi kesehatan agar mendapat penanganan khusus dari petugas kesehatan,” tambahnya.

Sebagai informasi, selain dua balita ada 51 kasus HIV/AIDS baru di Kabupaten Blitar. Tiga di antaranya dilaporkan telah meninggal dunia di usia muda. Sementara rincian penderita HIV/AIDS baru itu terdiri dari 22 kasus di usia 19-22 tahun, 19 kasus di usia 35 sampai 44 tahun.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280