Bangun Super APP untuk Petani, Startup Agritech Eratani Disuntik Rp23 M

Ertani
Dari Kiri, Kevin Juan, COO (Chief Operating Officer), Andrew Soeherman, CEO (Chief Executif Officer) dan Angles Gani, CPO (Chief Plantation Officer)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JAKARTA- Eratani, sebuah perusahaan rintisan di bidang pertanian (start-up agri-tech), memperoleh suntikan dana awal Rp23 miliar, Kamis (02/06/2022).

Suntikan dana kepada Eratani ini sebagai bukti kepercayaan yang kuat para investor terkait visi dan misi Eratani, salah satunya, membangun dan memajukan ekosistem pertanian dengan digitalisasi dan transparansi di setiap prosesnya.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Selain itu Eratani juga mampu membuat terobosan baru bagi industri dan mendorong pertumbuhan sektor pertanian. Sehingga tidak heran jika para investor menginvestasikan dananya di Eratani.

Dana segar tersebut rencananya akan digunakan sepenuhnya untuk membangun ekosistem dan supply chain (rantai pasok), memperkuat ekspansi dan penetrasi (terobosan) di seluruh penjuru pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, serta mengembangkan Super App Eratani, platform berteknologi tinggi, yang dikhususkan bagi petani Indonesia.

Super App Eratani ini diciptakan dengan harapan mampu menjawab kebutuhan petani melalui digitalisasi pertanian, antara lain dengan memberikan kemudahan akses permodalan, edukasi pengolahan lahan, sarana produksi pertanian, dan pengelolaan hasil panen.

Menurut Andrew Soeherman, CEO sekaligus Founder Eratani, hal tersebut dilakukan guna memperkokoh misi Eratani untuk menyejahterakan petani di Indonesia dari hulu (upstream) hingga hilir (downstream).

Berita Menarik Lainnya:  PP Asahan Bagi 1000 Takjil Bersama Yahya Panjaitan Baleg 2024

Adapun ke- 29 investor tersebut adalah, dipimpin Trihill Capital, diikuti oleh Kenangan Fund dan Kopital Network, Edward Tirtanata, Co-Founder dan CEO Kopi Kenangan, James Prananto dan Chris Sutardi, Co-Founder dari Kopi Kenangan.

Selanjutnya, berturut-turut, Benedicto Haryono, Co-Founder dan CEO Koinworks, Tobias Fischer, CEO Wagely, John Marco Rasjid, Co-Founder dan CEO dari Sociolla, Vidit Agrawal, Founder dan CEO Gaji Gesa dan beberapa prominent angel investor (pemodal tangguh) lainnya.

Salah satu alasan yang membuat investor tertarik pada Eratani sebagai start-up agritech adalah model bisnisnya yang berbeda, dimana Eratani fokus pada seluruh proses pertanian dari hulu hingga hilir.

Hal ini memberi nilai kompetitif yang berbeda di mata para investor karena di masa depan akan banyak terobosan baru di industri pertanian yang bisa dilakukan oleh Eratani.

Ads

“Dari awal Eratani hadir di Indonesia, kami terus berusaha menjawab apa yang menjadi kebutuhan petani Indonesia, serta membantu melewati tantangan yang dihadapi para petani,” jelas Andrew Soeherman, CEO sekaligus Founder Eratani.

Salah satunya adalah, lanjut Andrew, fokus untuk memberikan kemudahan akses pada seluruh proses di dalam industri pertanian, hulu ke hilir. Itulah sebabnya pembangunan Super App ini menjadi kunci percepatan tersedianya ekosistem digital yang terpercaya bagi petani.

Masih kata Andrew, pihaknya optimis akan lebih banyak lagi petani yang bisa diberdayakan. Dengan kepercayaan dari investor, ia ingin melakukan ekspansi di pulau Jawa, merekrut talent potensial, dan mengembangkan teknologi yang dimiliki dan menjadikannya sebagai aplikasi yang modern, adaptable dan user friendly (mudah digunakan) bagi petani di seluruh Indonesia.

Berita Menarik Lainnya:  Aset Pemkab di Kabuh Jombang Diduga Diserobot Pengusaha, Kades dan Camat Geleng-geleng Kepala

Sektor pertanian hingga saat ini masih menjadi pilar utama dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya para petani itu sendiri.

Data BPS tahun 2020 menunjukkan 46,30% dari data sumber penghasilan utama yaitu jumlah rumah tangga yang tergolong miskin di Indonesia, sebagian besar ternyata berasal dari sektor pertanian.

Saat ini Eratani telah memiliki lebih dari 5.000 petani binaan yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan D.I. Yogyakarta. Setiap petani binaan yang tergabung pada program Eratani dapat menikmati berbagai layanan mulai dari kemudahan akses pada pembiayaan, kebutuhan sarana produksi pertanian, hingga pengelolaan hasil panen.

“Menjadi mitra terbaik petani nusantara adalah tujuan utama kami saat ini. Itulah sebabnya kami terus membangun dan memajukan ekosistem pertanian dengan digitalisasi,” tutur Andrew.

Kedepannya Eratani berencana, ingin lebih banyak berkolaborasi dengan badan usaha pangan guna meningkatkan ketahanan pangan nasional dan membantu pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian yang merata di seluruh Indonesia.

Sekilas Tentang Eratani

Eratani adalah sebuah perusahaan agri-tech yang memiliki misi untuk menyejahterakan petani nusantara dengan memberikan akses yang mudah untuk seluruh proses pertanian mulai dari hulu hingga hilir, seperti permodalan petani, kebutuhan sarana produksi pertanian (saprotan), dan pengolahan hasil panen bagi petani nusantara.

Berita Menarik Lainnya:  Kapolsek Tambaksari Sambut Pengurus LPM Suramadu

Eratani didirikan sejak 11 Juni 2021 oleh tiga orang Co-Founder, yaitu Andrew Soeherman (CEO of Eratani), Kevin Juan Tanggo Laksono (COO of Eratani), dan Angles Gani (CPO of Eratani).

Eratani dibangun atas visi ingin menjadi platform agri-tech no.1 di Indonesia dengan membangun ekosistem pertanian yang kuat dari hulu ke hilir, mulai dari pembiayaan, pengadaan barang, sampai pengolahan dan distribusi hasil panen dan memberikan kemudahan bagi petani untuk mendapatkan akses dengan dukungan teknologi untuk mensejahterakan kehidupan petani di Indonesia ke depannya.

Misi yang ingin dicapai oleh Eratani antara lain: Membangun dan memajukan ekosistem pertanian dengan digitalisasi dan transparansi di setiap prosesnya. Menjadi platform dan mitra bagi petani dalam mendukung segala proses pertanian.

Menjadi mitra bagi para kreditor, supplier dan distributor guna meningkatkan kinerja rantai pasok di dunia pertanian serta berkolaborasi dengan badan usaha pangan guna meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Memberikan dampak sosial yang positif dan membangun ekosistem pertanian yang kuat dan berusaha memberikan kemudahan akses kepada petani dengan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekosistem pertanian.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait