10 Tahun Drainase Dupak Rukun Tak Disentuh, Sedimentasi Capai 1 Meter

Ketum LPM Suramadu H. Abdul Rohim (pakai peci) bersama anggota LPM memberi bantuan amunisi kepada Satgas DSDABM. (Foto: Mawardi)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Normalisasi saluran di Jalan Dupak Rukun, Kecamatan Asemrowo, Kelurahan Asemrowo terus dikebut. Upaya terbaru, Satuan Tugas (Satgas) Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya melakukan pengerukan manual, didampingi Ketua LPMK Asemrowo, Widodo, Selasa (01/02/2022).

Total ada 7 orang Satgas yang diterjunkan ke lokasi. Mereka nampak bekerja lebih ekstra. Pasalnya, saluran di Dupak Rukun tak tersentuh normalisasi lebih dari 10 tahun.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

“Lumpur mengendap hingga setinggi satu meter. Banyak sampah di gorong-gorong. Termasuk puluhan botol plastik, botol kaca, kayu, bahkan endapan lumpur sampai sulit diangkut,” terang Slamet, salah satu Satgas dari DSDABM Rayon Barat.

Berita Menarik Lainnya:  IKM Kabupaten Bojonegoro Naik Lampaui Target

Widodo menjelaskan, untuk saat ini normalisasi saluran dilakukan secara manual. Sebab excavator tidak berfungsi di saluran yang tertutup gorong-gorong.

“Untuk di titik ini karena ada gorong-gorong, sehingga pengerukan dilakukan manual oleh teman-teman Satgas,” katanya.

Kawasan Dupak Rukun menjadi salah satu titik yang rawan banjir di Kelurahan Asemrowo. Hal ini disebabkan oleh sistem drainase yang tak berjalan optimal.

Saluran Dupak Rukun mudah meluap. Sedimen lumpur yang tebal menjadi penyebab. Tatkala diguyur hujan intensitas tinggi, dipastikan air akan tertolak dan masuk ke perkampungan warga.

“Karena itu kita mengajukan normalisasi. Dengan begitu diharapkan aliran air bisa berjalan optimal, tidak terhalang oleh sampah maupun endapan lumpur di saluran,” imbuh Widodo.

Berita Menarik Lainnya:  Jalan Protokol Pasar Mereng Sei Dadap ke Desa Sei Kamah Bak Kubangan Kerbau

Hal itu tak lepas dari pantauan Ketua Umum LPM Suramadu H Abdul Rohim. Didampingi Sekjen, H Lukman Hakim, pihaknya meninjau lokasi.

Melihat Satgas bekerja lebih ekstra, pihaknya membawakan amunisi tambahan berupa konsumsi makanan dan minuman.

“Kami prihatin dengan kondisi saluran di Asemrowo. Harusnya jajaran dinas terkait dan Muspika setempat memperhatikan dengan baik. Kalau tidak tersentuh normalisasi selama 10 tahun yang kasihan selain warga, juga petugas yang ada di bawah yang bekerja,” ujarnya.

Ke depan, Abah Rohim (sapaan akrab, red) berharap kepada Camat dan Lurah agar lebih intens turun ke lapangan. Warga Asemrowo dinilainya membutuhkan kehadiran pemerintah untuk mengentaskan masalah banjir yang terus melanda.

“Saat saya lihat salurannya itu buntu dan mampet. Dibuka pun baunya langsung menyengat. Kita berharap petugas yang bekerja difasilitasi dengan baik, dan normalisasi di Dupak Rukun bisa tuntas dikerjakan serta dipantau secara kontinu,” jelas Tokoh Milenial Surabaya ini.

Berita Menarik Lainnya:  Kurang 8 Hari, Daop IX Jember Periksa Sarpras Kereta Api Jelang Masa Angleb 1443 H

Orang nomor satu di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Suramadu, Abah Rohim mengimbau kepada seluruh anggotanya agar lebih memperhatikan hal-hal yang bisa membuat saluran air mampet.

Dicontohkannya yang juga Dirut PT. Metatu Nusantara Jaya (MNJ), ini kadang masyarakat menganggap membuang rokok atau bungkus snack sembarangan adalah hal yang remeh, padahal, itu menyumbang berapa kubik penyebab mampetnya saluran air.

“Tinggal membayangkan saja, berapa banyak orang-orang membuang sampah sembarangan se Surabaya,” terangnya.

Untuk itu pihaknya menegaskan, pentingnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280