Anak Buruh Pabrik Ini Jadi Dokter, Begini Perjuangannya

Agus Saifudin, Dokter Muda asal Ngawi
Agus Saifudin, Dokter Muda asal Ngawi
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM – NGAWI – Menggapai cita-cita menjadi seorang dokter tidak semudah membalikkan tangan. Butuh perjuangan besar dan lama. Seperti yang dilakoni Agus Saifudin, asal Ngawi ini.

Agus Saifudin, kini tercatat dalam tinta emas sebagai pemuda terbaik dari Kabupaten Ngawi.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Betapa tidak. Agus muda kala itu harus merantau ke Sulawesi demi meraih cita-cita menjadi seorang dokter.

Pemuda kelahiran 17 November 1993 alumni SMA 2 Ngawi 2012 ini kenapa ke Sulawesi ?

Berita Menarik Lainnya:  Dirikan UKM, ITS Sulap Limbah Perikanan Jadi Gelatin

Ternyata dia selepas SMAN 2 Ngawi, ikut ujian dengan pilihan Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Lulus dari SMA 2 Ngawi tahun 2012 dan lanjut di Sulawesi,” ucap Agus kepada wartawan Beritabangsa.com, Rabu (19/1/2022).

Sebelum benar-benar diterima SNMPTN, dia sebelumnya juga gagal tes SNMPTN Undangan di Universitas Jember.

Tak patah arang. Dia kemudian mencoba tes tulis dengan membidik Fakultas Kedokteran UHO dengan pertimbangan peluang diterima lebih besar karena baru dibuka.

Perkiraan tersebut benar, Agus lolos seleksi, dan dia harus hijrah ke Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara demi cita-citanya menjadi dokter.

Agus harus menjual sepeda motor lawas pemberian orang tuanya untuk biaya tranpostasi ke Kendari, dan sisanya untuk membeli laptop seken.

Berita Menarik Lainnya:  Salsa LIDA Indonesia 2021 : Antara Terharu dan Rindu

Saat di Kendari, Agus menumpang di rumah Humas UHO dan mengikuti perkuliahan layaknya mahasiswa pada umumnya.

Namun, masalah muncul ketika akan membayar SPP sehingga membuatnya mengajukan beasiswa Bidik Misi di UHO.

Hal itu karena, orang tua Agus yang seorang buruh pabrik sumpit di Ngawi tidak memungkinkan membiayai kuliahnya.

Awalnya, pengajuan beasiswa Bidikmisi ditolak oleh pihak kampus. Dengan keinginan kuat akhirnya Rektor UHO membantu dan berkat bantuan Rektor, dan Staf Kemenristek RI, beasiswa diberikan kepada Agus.

“Saya peluk Pak Rektor, saya menangis, dan saya bersujud syukur kepada Allah yang telah memberikan jalan bagi saya untuk bisa berkuliah di Fakultas Kedokteran,” ujar Agus mengenang masa lalunya.

Berita Menarik Lainnya:  Denis Wahyuni, Kader PMII Sang Penyanyi

Agus memang pribadi yang ulet, pasalnya selain kuliah Agus juga mengikuti organisasi internal dan eksternal, salah satunya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

“Saya bergabung di PMII untuk bisa bersosial dengan banyak teman, bukan hanya orang-orang fakultas kedokteran saja,” akunya.

Tiga tahun lalu, tepatnya Mei 2019, perjuangan selama 7 tahun menuai hasil. Sebutan dr. Agus Saifudin telah disandangnya, lantaran telah menyelesaikan studi profesi dan telah mengikuti sumpah dokter dan wisuda.

Saat ini Agus merupakan anggota aktif Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter NU (PDNU) Kota Kediri.

“Selain berhimpun dengan sesama profesi dokter, juga untuk meningkatkan kesehatan rakyat lebih terorganisir,” ujarnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280