NasDem Usung 3 Nama Bacapres Dipuji, Kirim Sinyal ke PDI-Perjuangan

Peneliti senior Surabaya Survei Center (SSC)
Peneliti senior Surabaya Survei Center (SSC) Surokim Abdussalam
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengumumkan 3 bakal Calon Presiden (Bacapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 melalui hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem.

Tiga nama tersebut merupakan usulan para kader Nasdem di daerah selama tiga hari Rakernas di JCC Senayan, Jakarta mulai 15-17 Juni lalu.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

“Pertama, Anies Rasyid Baswedan. Kedua, Muhammad Andika Perkasa. Ketiga, Ganjar Pranowo,” ucap Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di hadapan para keder hari terakhir Rakernas.

Munculnya nama Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo menunjukkan bahwa dua nama itu memang calon yang paling diperhitungkan. Sebab Anies dan Ganjar merupakan calon Presiden yang suaranya di atas 15 persen.

Berita Menarik Lainnya:  Hima Gizi Unusa Gelar Foodest 2021

Menurut peneliti senior Surabaya Survei Center (SSC) Surokim Abdussalam alasan Partai NasDem mengusung Anies Baswedan karena Anies memiliki relasi politik yang baik dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Surya Paloh.

Ads

Meski ada beberapa DPW yang tidak menyetujui, namun menurut Surokim situasi itu akan membuat NasDem dinamis dan akan terus menguatkan tarik ulur (interplay) di internal NasDem dan tentu akan bisa mendewasakan politik internal di NasDem.

“Mas Anies punya relasi baik dan khusus dengan JK dan Surya Paloh. Relasi personal itu yang menguatkan hubungan Mas Anies dengan NasDem. Jika ada DPW yang tidak setuju tentu saja wajar saja, tetapi jika melihat relasi personal khusus tersebut membuat dukungan DPW juga signifikan kepada Mas Anies,” kata Surokim saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (18/6/2022).

Ads

Surokim juga menilai langkah NasDem merekom 3 bacapres dan bukan calon tunggal itu merupakan strategi yang cerdas. Sebab, NasDem bisa lebih leluasa berkomunikasi dengan partai lain dan masih bisa cek ombak kemana arah angin partai-partai besar.

Berita Menarik Lainnya:  PAC GP Ansor Omben Gelar Raker Perdana Masa Khidmat 2021-2023

“NasDem sedang memainkan bandul politik yang ciamik. Tidak terkunci pada dukungan 1 bacalon. Apalagi 2 calon yang direkom NasDem sejauh ini memiliki trend elektabilitas baik dan itu bisa menjadi daya saing untuk kontes 2024. Paling tidak NasDem memberi pesan pada PDIP sebagai partai paling besar yang punya kader Mas Ganjar dan juga pesan pada partai-partai Islam yang mengarah ke Mas Anis,” ungkap Surokim.

Lebih jauh, Pakar Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu menilai kedua nama yang diusung NasDem merupakan langkah yang tepat. NasDem memilih bakal calon presiden yang memiliki track record kepala daerah.

Sehingga kata Surokim, keduanya memiliki peluang besar melaju pada tingkat nasional. Langkah itu meniru jejak Presiden Jokowi yang sebelumnya menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

Berita Menarik Lainnya:  Rekrutmen Khusus TNI AD Jalur Santri dan Lintas Agama

“Inovasi ekspresimen politik yang dibangun Nasdem ini dapat memberikan hasil yang lebih demokratis. Karena nama-nama yang muncul berasal dari pengurus wilayah seluruh Indonesia. Nasdem akan tetap bisa memainkan peran sebagai motor dan pemegang kunci-kunci atas tokoh-tokoh yang direkom. Saya pikir strategi itu strategi aman dan ciamik untuk NasDem,” ucap Surokim yang juga Dekan Fisip UTM.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait