Koalisi PKB-PKS, Pengamat Politik UTM: Itu Koalisi Musiman!

Pengamat
Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA- Akhir-akhir ini berbagai partai politik (Parpol) membentuk koalisi membangun relasi perpolitikan yang baru pada Pemilu 2024. Salah satunya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pada sebelumnya, dua parpol tersebut sempat berseberangan pada pemilu 2014 dan 2019. PKB di koalisi parpol pendukung Joko Widodo, sementara PKS berada di kubu Prabowo Subianto. Terakhir kali PKB dan PKS berkoalisi di pilpres saat sama-sama mengusung SBY pada Pemilu 2009.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Blusukan di Jawa Timur, Cak Imin Kunjungi Ponpes di Probolinggo
banner 800x800

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menilai koalisi PKB dan PKS hanya koalisi musiman saja, sulit permanen, dan tidak jangka panjang. Semua partai saat ini masih dalam proses penjajakan, sehingga belum ada koalisi yang final.

Ads

Menurutnya, koalisi itu masih tahap awal untuk penjajakan dan belum akan bisa permanen. Masing-masing pihak masih mengecek ombak dan menyamakan frekuensi. Koalisi serius baru akan muncul setelah Pileg dan menjelang pendaftaran, Agustus hingga Oktober 2023.

“Pileg dan Pilpres 2024 menjadi ajang relasi dan kontestasi yang unik sekaligus menarik. Seperti pasar bebas dengan tarik ulur relasi kepentingan yang dinamis. Sekarang ini ibarat anak muda semua masih pendekatan untuk bisa menjadikan kekasih,” kata Surokim saat dihubungi Beritabangsa.com, Sabtu (11/6/2022).

Ads

Ia mengatakan, untuk membangun koalisi permanen dan berjangka panjang juga butuh banyak kesamaan frekuensi. Perjalanan kedua Parpol itu selama ini relasi keduanya tidak terlalu dekat dan terpantau berjarak belum ada chemistri di mata publik.

Berita Menarik Lainnya:  Anggota FPDIP Sidoarjo Tolak Paripurna Dilanjutkan Karena Cacat Prosedural

“Cukup banyak frekuensi yang tidak sama baik yang nampak di depan maupun belakang panggung. PKB berkepentingan untuk memperjuangkan ketumnya menjadi calon sehingga Pilpres 2024 kali ini mereka mematok target lebih tinggi dan pilihan itu salah satunya dengan membangun poros koalisi sendiri,” pungkasnya.

Sementara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan rencana koalisi partainya dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilpres 2024, belum final.

“Semua koalisi belum ada yang pasti, semua penjajakan. Dengan PKS penjajakan menuju lamaran, baru pesta lamaran. Soal jadi atau tidak, nanti kita lihat,” kata Muhaimin lewat keterangan tertulis, Ahad, 12 Juni 2022.

Menurutnya, semua partai saat ini masih dalam proses penjajakan, sehingga belum ada koalisi yang final. “Semua partai begitu, satu-satunya yang final mungkin baru KIB (Koalisi Indonesia Baru). Tapi dari berbagai perbincangan, masih cair semua. Saya tiap hari bertemu para pimpinan partai dan semuanya masih cair,” tuturnya.

Berita Menarik Lainnya:  Legislator NasDem Aminurokhman Serap Aspirasi dan Bagikan Sembako di Probolinggo

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait