Usulan Perubahan Nama Jalan, Ini Reaksi Komisi D DPRD Surabaya

Surabaya, Beritabangsa.com – Usulan perubahan nama delapan ruas jalan di Surabaya tengah digodok Pansus DPRD setempat. Dalam hearing yang gelar di Komisi D DPRD, pemkot diminta memprioritaskan warga terdampak.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mengatakan, dalam hearing pihaknya juga melibatkan Dispendukcapil. DPRD meminta Dispendukcapil untuk memprioritaskan warga terdampak dalam pengurusan administrasi.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Tadi kita juga mengundang Dispendukcapil untuk tanya apakah ada prioritas, karena ini kan usulan dari pemkot. Itu nanti perubahan administrasi KK dan KTP. Itu nanti mungkin blankonya untuk perubahan KTP akan didahulukan. Tapi untuk KK mereka bisa nge-print di kecamatan,” kata Khusnul Khotimah kepada wartawan di DPRD Kota Surabaya, Senin (13/1/2020).

Berita Menarik Lainnya:  Tragis! Gara-gara Pinjol Warga Rungkut Pilih Gantung Diri

Khusnul menambahkan, Pansus juga meminta pemkot untuk membuat timeline. Untuk menghitung waktu dalam mengubah data, agar warga bisa mendapatkan kepastian hukum.

Pansus juga minta membuat timeline, mereka akan menghitung untuk mengubah data itu. Mereka butuh waktu berapa minggu. Jadi ada kepastian hukum. Jadi ketika nanti sosialisasi ke bawah mereka juga bisa nyampaikan timeline itu. Ini berkaitan dengan kepastian hukum,” imbuhnya.

Berita Menarik Lainnya:  Tanamkan Jiwa Sosial Santri, YPP Nurul Huda Donasi ke Korban Semeru

Ia juga menyampaikan, ada dua usulan perubahan nama jalan yang saat ini menuai pro dan kontra. Yakni Jalan Bung Tomo dan Jalan Komjen Pol M Yasin. Beberapa penggiat sejarah ingin agar Jalan Bung Tomo tidak berubah menjadi Jalan Kencana.

Ada usulan dari penggiat sejarah agar Jalan Bung Tomo tidak diubah menjadi Jalan Kencana. Tapi diusulkan menjadi Jalan Makam Bung Tomo untuk menjadi tanda,” sambungnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ingin memindahkan nama Bung Tomo ke JLLB yang memiliki panjang 4 km, untuk menghormati jasa pahlawan. Sebab Jalan Bung Tomo saat ini hanya 466 meter. Mulai dari Jembatan BAT hingga pertigaan makam Ngagel Rejo (Jalan Ngagel Rejo).

Berita Menarik Lainnya:  Ini Paparan Bupati, Membuka Ranwal-RKPD Jombang 2023 Ini

Makanya Bu Risma mengusulkan di JLLB ini lebih panjang hampir 4 km, karena alasannya ingin memindahkan nama Bung Tomo,” lanjut Khusnul.

Selain itu, ada saran dan usulan dari penggiat sejarah agar Jalan Menganti tak diubah menjadi Jalan Komjen Pol M Yasin. Melainkan menjadi Jalan Sawunggaling. Sebab menurut mereka di sana ada peninggalan sejarah yang berhubungan dengan Sawunggaling.

Jadi prinsipnya semua sama-sama memberikan masukan. Mereka tidak menolak, tapi memberikan usulan,” pungkasnya. (AW/red)

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *