Tak Perlu Minta Maaf, LSM Garis Demokrasi Justru Apresiasi Aksi Dewan Surabaya

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Mengenai Jaringan Aliansi Santri dan Mahasiswa Surabaya (Jassmass) yang menyoroti aksi salah satu anggota Dewan fraksi PKB yang ikut turun demo menuntut pencabutan jam malam dalam Perwali Nomor 33 Tahun 2020, mendapat respon pedas dari LSM Garis Demokrasi.

Ketua umum LSM Gerakan Aspirasi Rakyat Indonesia (Garis) Pro Demokrasi Jawa Timur, Muhaimin meminta kepada Jaringan Aliansi Santri dan Mahasiswa Surabaya (Jassmass) untuk lebih berhemat dalam berargumentasi.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Wabup Irwan Akan Koordinasi Tentang Pembahasan APBD 2021
banner 1920x1080

“Seharusnya teman-teman jaringan santri melihat obyektif secara global, apalagi kalau melihat dari sisi dampak ekonomi diera tatatanan baru ini,” katanya kepada Beritabangsa.com. Rabu (5/8/2020).

Aksi yang ditunjukkan Anggota DPRD Surabaya itu sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Apalagi fungsi Legislatif sebagai wadah penampung aspirasi masyarakat.

“Teman-teman jaringan santri jangan melihat sahabat dewan ini dari fraksi mana, namun mereka harus melihat bahwa Dewan itu fungsinya apa, kan awalnya pekerja hiburan malam ini mengadu ke DPRD. Jadi fungsi sebagai legislator, anggota Dewan ini sangat tepat sekali membela masyarakat,” tandas Muhaimin yang juga kader Nahdliyyin di Surabaya.

Berita Menarik Lainnya:  ACT Surabaya Luncurkan Food Careline Services, Layanan Pangan Gratis di tengah Pandemi

Selain itu, Jaringan santri harus melihat secara global dengan adanya demo yang dilakukan oleh para pekerja hiburan malam dan dihadiri langsung oleh anggota Dewan.

“Kita ini sekarang harus bisa membangkitkan ekonomi secara nasional seperti yang diinginkan Bu Khofifah, Gubernur Jawa Timur,” urai Ketua Umum LSM Garis Demokrasi.

Muhaimin mengatakan pihaknya mengapresiasi dengan aksi heroik luar biasa yang dilakukan anggota DPRD dari fraksi PKB, sahabat Mahfud yang ikut orasi ditengah massa pekerja hiburan malam.

Berita Menarik Lainnya:  Kapolres Bersama Satgas Penanganan Covid-19 Bondowoso Beri Bantuan Sembako dan Masker

“Sahabat Mahfud ini pemuda luar biasa, seorang kader Nahdliyyin dan kader PKB. Sebagai pejabat publik, dia memberanikan diri membela dan mengaspirasikan hak masyarakat,” jelasnya.

Sahabat Mahfud juga tak perlu meminta maaf kepada santri. Pasalnya menurut Muhaimin, dalam orasinya, tidak membela pekerja hiburan malam secara perorangan.

“Coba lihat saja dalam video berdurasi 1 : 34 menit. Dia tidak menginjak kepala santri, dia juga tidak membela pekerja hiburan malam secara perseorangan,” pungkasnya.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait