Sosialisasi Empat Pilar, Rahmat Muhajirin: Pelajaran PMP Harus Dihidupkan Kembali

Surabaya, Beritabangsa.com – Anggota DPR MPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Jatim 1 Surabaya – Sidoarjo, H. Rahmat Muhajirin, SH menggelar Sosialisasi Empat Pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan itu digelar di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor, Kota Surabaya, Rabu (27/11/2019) malam.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  PPKM Terus Diperpanjang, Begini Dampak Moral dan Karakter dalam Pendidikan
banner 1920x1080

Rahmat Muhajirin yang merupakan anggota DPR RI Komisi III Fraksi Gerindra mengatakan sosialisasi empat pilar kebangsaan merupakan kerangka dasar berbangsa dan bernegara.

Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah kerangka paling dasar untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya usai acara dihadapan awak media.

Lebih lanjut, Rahmat Muhajirin menilai sosialisasi empat pilar itu sangat penting untuk disampaikan ke masyarakat bawah. Negara Indonesia bisa menjadi Negara besar karena adanya Bhineka Tunggal Ika.

Berita Menarik Lainnya:  Unair Persempit WNA Maju Sebagai Calon Rektor

Masyarakat perlu di ingatkan kembali, bahwa mereka punya nilai-nilai lokal kebangsaan, agar bisa merekatkan hubungan persaudaraan antar sesama bangsa. Indonesia menjadi negara besar karena terdiri dari banyak suku, agama, ras. Ditengah kemajemukan, pluralisme, dan kekuatan Kebhinnekaan, namun dia bisa bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.

Dirinya yang juga sebagai Anggota Badan Legislasi DPR RI berusaha menekankan agar sosialisasi empat pilar ini kembali dimasukkan ke Pendidikan. Pasalnya hal itu sangat penting untuk disosialisasikan sejak dibangku Pendidikan.

Berita Menarik Lainnya:  Gempur Rokok Ilegal, Dinas Kominfo Jombang Sosialisasikan Bahaya Peredarannya

Sebagai Anggota Badan Legislasi yang mempunyai tugas untuk merancang dan membuat Undang-Undang, saya akan berusaha menyuarakannya di parlemen. Nilai empat pilar harus dihidupkan kembali sejak bangku SD hingga SMA. Kita ingat dulu ada pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) atau PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Pelajaran itu harus ada besok,” tandas Rahmat Muhajirin. (SAZ)

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *