RT di Kelurahan Menanggal Keluhkan Lomba SSC

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Beberapa RT (Rukun Tetangga) di Kota Surabaya mengeluhkan lomba Surabaya Smart City (SSC) yang digelar oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Salah satunya Ketua RT Aan Ainur Rofik yang merupakan ketua RT 01/ RW 02, Kelurahan Menanggal, ia mengatakan awal dirinya dipanggil oleh ketua RW untuk mengikuti lomba kampung Surabaya Smart City.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Kadisbun Jatim Minta Lahan Perkebunan Dipertahankan
banner 1920x1080

“Saya baru enam bulan menjadi ketua RT, jadi setengah bulan lalu saya dipanggil bu RW, kampung saya terpilih untuk ikut kampung bersih di perlombaan SSC,” jelasnya.

Menurut Aan, RW yang berada di lingkungan tersebut menjelaskan tentang kriteria lomba dari Surabaya smart city, yakni kampungnya harus bersih disamping itu harus mempunyai taman toga (tanaman obat keluarga).

“Untuk mendukung fasilitas yang dilombakan, saya diberi uang 425 ribu oleh ketua RW. Tetapi uang segitu kan tidak cukup untuk menyiapkan segalanya,” keluhnya.

Berita Menarik Lainnya:  Ini Dia Makanan Khas Asia Timur di Jombang yang Unik

Lanjut Aan, dua minggu kemudian tim juri datang untuk menilai perlombaan smart city yang berada dikampungnya.

“Ternyata selang beberapa hari kemudian muncul di beberapa media cetak, dari 500 RT, kampung saya ini tidak lolos kampung Surabaya smart city,” ungkapnya.

Disamping itu, dirinya sangat menyayangkan akan informasi perlombaan kampung bersih atau Surabaya Smart City yang mendadak. Dan lebih miris lagi, tidak ada menyertakan item kekurangan yang harus dibenahi.

Berita Menarik Lainnya:  Polres Bondowoso Terjunkan Ratusan Personil Dalam Operasi Ketupat 2021

“Yang paling penting adalah pemberitahuan, dimana kekurangan yang harus dibenahi, namun hingga detik ini tidak diberi tahu,” ujarnya.

Selain itu Aan mengeluhkan, perihal dana yang diberikan oleh ketua RW yang tidak menyertakan kwitansi atau tanda terimanya terlebih ada pemotong pajak yang seharusnya ada tanda bukti penerimaannya.

“Berapakah dana yang sebenarnya untuk mengikuti kampung bersih ini yang diberikan oleh Pemerintah kota Surabaya. Kita tidak tahu karena tidak ada bukti penerimaannya,” keluhnya.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait