Relokasi PKL ke Jembatan Ki Ronggo, Ketua Kombes: Pemkab Bondowoso Dinilai Terburu-buru

Silahkan Share ke :

Bondowoso, Beritabangsa.com – Kebijakan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bondowoso soal relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dinilai kurang tepat dan terburu. Seharusnya Pemkab lebih inovatif, membangun taman atau destinasi yang berdampak pada bertambahnya pengunjung yang menguntungkan keberadaan PKL di alun-alun.

Jhony Adi Putra Ketua Kombes mengatakan bahwa PKL itu perlu dididik dan dibina guna menunjang pada peningkatan ekonomi yang mandiri, sehingga penataan PKL yang bagus di alun-alun akan menciptakan ekonomi masyarakat yang mandiri serta lapangan pekerjaan bagi masyakat bawah (PKL), ini tentu sangat sesuai dengan visi pemerintah Bondowoso.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Kebersamaan Manajemen Majukan BLUD Latopas pada 2022
banner 1920x1080

Kami berharap pemerintah melakukan inovasi dalam setiap melaksanakan kebijakannya, contoh kasus PKL, apabila PKL yang ada di alun-alun ini direnovasi, dipoles dan dipadukan dengan destinasi yang akan dibangun pemerintah, maka akan menjadi suatu hal yang luar biasa. Selain itu yang terpenting adalah pembinaan kepada PKL sehingga alun alun kita tetap bersih, indah dan terawat,” jelasnya kepada awak media. Sabtu (25/1/2020).

Berita Menarik Lainnya:  Dukung SDGs Desa, Bupati Sidoarjo Resmikan Kantor Pusdatin Desa

Mantan Sekum PC PMII Bondowoso ini menjelaskan, alun-alun Bondowoso sejak jaman Kironggo itu digunakan sebagai ruang Publik, ruang ekspresi Budaya, serta kegiatan mikro ekonomi.

Ini bisa kita teliti melalui naskah, dokumentasi peninggalan sejarah Bondowoso, dengan demikian kebijakan – kebijakan yang di ambil Pemerintah tidak melenceng dari akar sejarahnya,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Terima Bantuan dari Disparbud Jatim, Perhatian pada Pelaku Seni dan Budaya

Diberitakan sebelumnya bahwa pemerintah Bondowoso akan merelokasi para PKL di alun-alun dan sudah menyiapkan Jembatan Kironggo sebagai tempat, Para PKL yang sudah menggantung perekonomiannya berjualan di alun-alun menolak direlokasi, karena menilai lokasi tersebut kurang layak, selain sering ambles juga tidak mencukupi dengan jumlah PKL yang ada. Anggapan para PKL tempat yang baru ini berpotensi sepi pengunjung, sehingga akan berdampak kepada masa depan para Penjual. (Red)

banner 600x310

Pos terkait