Wujudkan Kesetaraan Pada Dunia Kerja, Tim KKN Abmas ITS Bantu Kembangkan Bisnis Pengrajin Disabilitas “Tiara Handicraft” di Kota Surabaya

Tim KKN Abmas ITS | Foto: Tim KKN
Tim KKN Abmas ITS | Foto: Tim KKN
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Seperti yang kita ketahui bersama, pandemi covid-19 telah memberikan dampak terhadap kesejahteraan ke berbagai sektor diantaranya sektor perekonomian yang mana dirasakan oleh UMKM di Indonesia yang telah menyumbang 97% terhadap total tenaga kerja dan 60% PDB nasional.

“Sejumlah 3,5 juta penduduk Indonesia harus kehilangan pekerjaan di masa pandemi, baik yang mampu secara fisik maupun penyandang disabilitas” ujar Erick Thohir selaku Menteri BUMN.

Bacaan Lainnya
Ads

Namun, Teten Masduki selaku aktivis terkemuka di Indonesia memprediksi bahwa ada beberapa sektor UMKM yang masih dapat berjalan dan stabil yaitu produk makanan dan minuman, fesyen serta perabotan dan kerajinan. Adanya situasi tersebut dimanfaatkan oleh mahasiswa ITS tim KKN Abmas untuk melihat peluang mengenai fesyen, yang seiring dengan berkembangnya zaman selalu mengalami perubahan yang disesuaikan dengan gaya hidup dan kebutuhan konsumen terutama di era new normal.

Tim KKN Abmas ITS mengatakan, “Kami akan memanfaatkan adanya SGDs untuk membantu mengidentifikasi keperluan kegiatan pengabdian masyarakat yang akan kami lakukan, dan kami memutuskan untuk berfokus menyelesaikan isu terkait penyandang disabilitas”.

Poin SDGs yang diangkat oleh para anggota tim KKN Abmas ITS adalah SDGs poin ke 8 mengenai kelayakan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi serta poin ke 10 yang membahas mengenai isu pengurangan inekualitas yang ada.

“Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu latar belakang kami melakukan pengabdian masyarakat karena kecanggihan teknologi saat ini telah mengubah proses kegiatan masyarakat, terutama dalam kegiatan perekonomian yang saat ini didasarkan pada revolusi digital dan manajemen informasi, dengan jaringan internet yang memudahkan interaksi konsumen dan pelaku bisnis,” ujar salah satu anggota tim KKN Abmas ITS.

Setelah dilakukan pengkajian mengenai kondisi tersebut, maka dibuatlah kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat oleh tim KKN Abmas ITS bersama UMKM penyandang disabilitas di daerah Surabaya berbasis Social Entrepreneurship pada era digital melalui bentuk pengembangan bisnis menggunakan digital marketing, serta kegiatan peningkatan potensi produk kreatif di bidang fesyen yang dimiliki oleh pengrajin disabilitas.

Berdasarkan permasalahan yang ada serta kemungkinan untuk mengubahnya menjadi lebih baik, Tim KKN Abmas ITS melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan melibatkan Tiara Handcraft, pengrajin disabilitas di Kota Surabaya sebagai mitra utama. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sejak bulan Februari ini dimulai dengan observasi kondisi lokasi pengrajin Tiara Handicraft, yakni di daerah Sidosermo, Surabaya, Jawa Timur.

Observasi berkembang menjadi diskusi untuk potensi pengembangan produk menggunakan teknologi tepat guna serta visualisasi program yang akan dilakukan.

“Solusi yang ingin kami tawarkan sebagai tim adalah pelatihan ketrampilan pembuatan produk fesyen wanita sesuai kemajuan tren serta memperluas dan mengembangkan bisnis ini dengan melakukan pelatihan digital marketing bersama pengrajin disabilitas menggunakan digital platform”, tutur Alyaa Zalfa (20), ketua tim KKN Abmas ITS.

“Orientasi pengembangannya juga kami fokuskan pada empat key activities yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling,” tambahnya.

Pengembangan produk oleh tim KKN Abmas ITS bersama Tiara Handicraft dilaksanakan sejak 18 April 2021, dimulai dengan brainstorming, mengembangkan prototype, product designing, hingga produk telah diselesaikan menjadi tas serbaguna dan multifungsi berbahan dasar karung goni. Tas dapat digunakan dengan 3 model: ransel, slingbag, dan handbag.

Salah satu anggota tim KKN menyampaikan bahwa untuk meningkatkan pemahaman dan perhatian audience, tim KKN Abmas ITS juga melaksanakan kampanye sosial melalui media sosial Instagram dengan tema “Disabled Craftsmen Awareness” yang berhasil diikuti oleh lebih dari 30 pengguna Instagram dengan total 50.000 pengguna yang melihat konten tersebut.

Sembari mempromosikan produk baru hasil kolaborasi dengan Tiara Handicraft, tim KKN Abmas ITS juga membantu mempromosikan produk-produk tas orisinil buatan Tiara Handicraft melalui media sosial maupun e-commerce dengan sistem reseller.

Hal ini dilaksanakan dengan tujuan membantu meningkatkan brand awareness Tiara Handicraft dengan memanfaatkan teknologi tepat guna, sekaligus menunjukkan bukti nyata bahwa hasil karya pengrajin disabilitas tidak kalah apiknya dengan tas yang dibuat pengrajin pada umumnya atau bahkan buatan pabrik.

Tak hanya memasarkan produk orisinil Tiara Handicraft lewat media sosial, tim KKN Abmas ITS juga memperluas pasar Tiara Handicraft ke Siola melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Surabaya. Kini produk-produk Tiara Handicraft dapat dilihat dan dibeli langsung oleh konsumen secara online maupun offline.

Untuk memastikan manfaat pelatihan akan bertahan dalam jangka panjang, tim KKN Abmas ITS juga mengadakan pelatihan secara langsung untuk mengenalkan digital marketing beserta cara penggunaannya. Materi ini disalurkan untuk kemudian diaplikasikan pada media sosial Instagram, Facebook, dan Tiktok. Pelatihan dilakukan bersama pemilik Tiara Handicraft, Ibu Titik Winarti (15/06/2021).

“Pelatihan ini sangat menambah pengetahuan Ibu, yang awalnya belum bisa memaksimalkan penggunaan Instagram sekarang sudah tahu jauh lebih banyak”, ucap beliau sesudah mengikuti pelatihan dari tim KKN Abmas ITS.

Sebagai wujud nyata dari pelatihan yang diberikan oleh tim KKN Abmas ITS, beberapa kemajuan telah terlihat dari hasil unggahan konten milik Tiara Handicraft pada media sosial dan TikTok. Kemajuan ini dapat dikatakan cukup signifikan apabila dibandingkan dengan unggahan konten sebelum melakukan pelatihan.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini, dan hal ini membuka sekaligus mempercepat pengetahuan kami untuk mengelola market yang ada”, ucap salah satu karyawan Tiara Handicraft.

Setelah sebelumnya berhasil melakukan pengembangan produk tas berbahan dasar karung goni, tim KKN Abmas ITS melakukan market survey kepada beberapa responden perempuan dari generasi milenial dan Gen Z, mulai dari mahasiswa, fresh graduate, hingga pekerja kantoran yang memiliki minat terhadap fesyen untuk mengetahui produk seperti apa yang mereka inginkan dan butuhkan.

Hasil dari market survey mendefinisikan bahwa mereka lebih menyukai pakaian dibandingkan aksesoris fesyen lainnya seperti tas atau sepatu. Setelah melalui proses brainstorming & prototyping bersama, tim KKN Abmas ITS mengeluarkan produk basic kemeja dengan tone warna netral yang bisa digunakan untuk formal maupun semi-formal dan dapat dipadupadankan dengan berbagai macam setelan bawahan.

Produk kemeja bertemakan “Alive Series” ini membawa harapan supaya konsumen dapat merasakan kembali vibes fashion di era new normal. Dalam hal ini, Tiara Handicraft sebagai mitra berperan dalam pembuatan product packaging untuk pakaian.

Tim KKN Abmas ITS juga melakukan kontribusi dalam bentuk pembuatan video bersama Tiara Handicraft mengenai seluk beluk awal mula mendirikan sebuah usaha yang mengutamakan sisi sosial nya yaitu dalam bentuk memberdayakan teman-teman penyandang disabilitas yang nantinya dapat diajukan untuk keperluan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Salah satu pencapaian dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah tim KKN Abmas ITS juga berhasil pada tahap accepted dalam kategori jurnal nasional yang diadakan oleh Seminar Pengabdian Kepada Masyarakat (SEPAKAT) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITK) dengan judul “Pemberdayaan Pengrajin Disabilitas Surabaya melalui Fashion Business Development Berbasis Kewirausahaan Sosial Memanfaatkan Teknologi Tepat Guna.

Melaksanakan KKN ditengah pandemi Covid-19, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim KKN Abmas ITS terutama dalam hal komunikasi, observasi bisnis, dan penyesuaian terhadap mitra.

“Kalau mengenai komunikasi, kami jarang untuk bisa fullteam untuk melakukan observasi bersama ke mitra, kebanyakan secara langsung hanya anggota tim yang domisili Surabaya saja sehingga untuk opsi lain komunikasi juga sering menggunakan online meeting” ujar salah satu anggota tim.

Observasi bisnis juga sempat terkendala dikarenakan pandemi yang membuat kebijakan pemerintah sering berubah-ubah seperti adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat sehingga menghambat dalam pertengahan proses controlling product secara langsung bersama mitra.

“Hal lain yang selalu kami pertimbangkan adalah melakukan penyesuaian dengan mitra, karena mitra kami juga merupakan penyandang disabilitas, jadi sebisa mungkin kita tidak menimbulkan eksploitasi, dari mulai penentuan bahan, desain hingga jumlah pembuatan produk selalu kami lakukan diskusi untuk tercipta win-win solution.” ucap anggota tim KKN Abmas ITS.

Dari serangkaian kegiatan yang telah dilakukan selama KKN, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas Tiara Handicraft dan berpengaruh terhadap kesetaraan pada dunia kerja, sehingga pengrajin disabilitas dengan hasil karyanya yang luar biasa bisa mendapatkan kesempatan yang setara dengan para pengrajin atau UMKM lainnya, khususnya di bidang fesyen.

Di akhir perbincangan, Ibu Titik selaku founder sekaligus creative director menyatakan bahwa beliau berharap dunia pendidikan akan mensinergikan UMKM di bidang fesyen kembali, terutama Tiara Handicraft.

“Dengan adanya para kreatif muda dan UMKM yang telah ada, kita bisa saling mengisi dan melengkapi pengetahuan serta keterampilan, seperti halnya yang dilakukan oleh teman-teman ITS bersama Tiara Handicraft,” ucapnya.

Pos terkait

banner 768x1152