Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Sesalkan Munculnya Soal Ujian Bermuatan Khilafah

Surabaya, Beritabangsa.com – Hikmah Bafaqih selaku Wakil Ketua Komisi E DRPD Jatim, sangat menyesalkan adanya muncul soal ujian yang diduga bermuatan radikalisme dan khilafah ormas terlarang HTI pada Penilaian Akhir Semester (PAS) yang ke I (satu) di  Tingkat Madrasah Aliyah se-Wilayah Kerja Kediri Utara pada mata pelajaran (mapel) Fiqih Kelas XII/ IPA-IPS-Bahasa-Agama.

Menurut Hikmah, hal tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh Kemenag Jatim dan pihak yang terkait dengan langkah-langkah yang tegas.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Harlah Ke-94, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Jatim: NU Harus Tetap Menjadi Rumah Besar Warga Nahdliyin
banner 1920x1080

“Hal Ini sangat disesalkan dan harus segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah yang tidak hanya reaktif, tapi instruktif, berkelanjutan dan terukur,” ucap Hikmah, Kamis (5/12/2019).

Hikmah, mengatakan hal tersebut tidak seharusnya terjadi lagi setelah ada penegasan berkali-kali yang disampaikan Kemenag Pusat dan pihak-pihak lain.

Foto : Soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Madrasah Aliyah se-Wilayah kerja Kediri Utara pada mata pelajaran (mapel) Fiqih Kelas XII/ IPA-IPS-Bahasa-Agama
Foto : Soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Madrasah Aliyah se-Wilayah kerja Kediri Utara pada mata pelajaran (mapel) Fiqih Kelas XII/ IPA-IPS-Bahasa-Agama

Lanjut Hikmah, adanya kasus ini juga merupakan suatu indikator bahwa bibit radikalisme masih subur di aparatur sipil negara (ASN), termasuk di antara para pendidik.

Berita Menarik Lainnya:  Jadi Ajang Kemarahan, Baliho Bergambar Eri Cahyadi-Risma Di rusak Bonek

Hikmah, menuturkan “kami menagih janji dan komitmen Pak Menteri Agama, yang konon hendak ekstrategas soal VE (Violent Extremism) ini,” tuturnya.

Harapan Hikmah, selanjutnya hal tersebut tidak terulang lagi di dunia pendidikan, wajib dilaksanakan pendidikan anti radikalisme ekstrem.

“Seharusnya Forum Kepala Sekolah dan Madrasah dilibatkan dan harus ada strategi efektif untuk mencegah anak-anak kita terpapar radikalisme,” pungkasnya.(HLL/Red)

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *