Unusa Bedah Tantangan dan Peluang e-Sport di Masa Depan

Unusa
Foto Bersama peserta Seminar di Unusa
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Revolusi industri 4.0, sebuah lompatan besar di sektor industri di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya guna mencapai efisiensi yang setinggi-tingginya sehingga menghasilkan model bisnis baru berbasis digital.

hal ini membuat perkembangan baru, khususnya di dunia olahraga. Munculnya olahraga berbasis teknologi informasi (e-sport) membuat generasi muda harus mewaspadai tantangan dan peluangnya.

Bacaan Lainnya

Hal itu sesuai yang diungkapkan tenaga ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Gatot S Dewa Broto. teknologi telah banyak membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat dunia.

Berita Menarik Lainnya:  Kunjungi Unusa, Dubes India Tawarkan Beasiswa

Demikian juga di bidang olahraga. sejak 2008 cabang olahraga berbasis digital atau e-spoprt telah diakui oleh masyarakat dunia. Dimulai dari sebuah ide dan gagasan terinspirasi dari perkembangan industri e- sport di dunia yang berkembang pesat sejak 2000.

Kegiatan gaming yang awalnya sekadar hobi, berkembang menjadi sebuah industri yang menjanjikan bagi seluruh stakeholders di dalamnya.

“Di indonesia sendiri sudah terbentuk organisasi yang mengatur semua atlet maupun tim yang sudah bertanding di turnamen internasional maupun dalam negeri. Termasuk untuk undang-undangnya,” ungkapnya saat menyampaikan materi di acara Unusa Virtual Expo dan Grand Final e-sport 2022 di Auditorium lantai 9 Tower Unusa kampus B Jemursari Surabaya, Sabtu (2/7/22).

Berita Menarik Lainnya:  MoU dengan IPB, Khofifah Upaya Penguatan One Village One CEO

Gatot menambahkan, seperti yang telah kita ketahui, kegiatan e-sport di indonesia memang lagi gencar-gencarnya hanya saja kegiatan e-sport ini belum memiliki payung undang – undang, maka dari itu pb e-sport indonesia atau pbesi memiliki inisiatif membuat regulasi. dia berharap dengan peraturan menteri (permen) akan memudahkan asosiasi e-sports di indonesia membentuk ekosistem dan bisa lebih meyakinkan kepada publik bahwa olahraga ini sudah diakui oleh pemerintah.

“Perundang undangan ini disahkan pada 17 juli 2021, sejak itu semua kegiatan e-sport di indonesia memiliki standar regulasi. Dalam undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional menyebutkan bahwa induk organisasi dapat membentuk peraturan manajerial dalam mengatur cabang olahraganya,” ungkapnya.

Ketua bidang atlet, prestasi, it, pb e-sport indonesia, ricky setiawan, mengungkapkan di indonesia telah terdapat berbagai teknologi yang mendukung kegiatan e-sport fisik dan non fisik. Untuk e-sport non fisik, telah tersedia jaringan internet yang cepat dan reliable sehingga koneksi permainan dapat terjadi tanpa gangguan dan permainan yang membutuhkan jalur internet cepat telah dapat digunakan.

Berita Menarik Lainnya:  Pelepasan KKN Mahasiswa Unisda 2022, Siap Berkontribusi untuk Desa Bergerak Mandiri

“Saat ini, e-sport memang tengah menjadi pembicaraan hangat di indonesia. salah satu alasannya karena jumlah hadiah turnamen e- sports yang semakin fantastis, seperti fortnite world cup yang menawarkan total hadiah us$30 juta dan the international dengan total hadiah us$34 juta. Sejak saat itu perkembangan e-sport telah meluas di termasuk di indonesia,” ungkapnya.

>>>ikuti berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280