Tim KKN Abmas ITS Bantu Kembangkan Bisnis Usaha Herbal di Area Model Konservasi dan Eduwisata (AMKE), Kota Batu

Melalui KKN abmas, Mahasiswa ITS bantu mengembangkan bisnis UMKM Herbal
Melalui KKN abmas, Mahasiswa ITS bantu mengembangkan bisnis UMKM Herbal
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Seperti yang diketahui, sudah banyak masyarakat Indonesia yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia seperti berbagai macam rempah-rempah yang dikemas menjadi bisnis herbal dari tanaman.

Namun sayangnya, sebagian besar UMKM yang menggeluti tanaman herbal di Indonesia terutama di daerah, kurang dikenali oleh masyarakat luas. Untuk mengatasi hal tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencoba untuk membantu mengembangkan bisnis umkm herbal agar banyak dikenal oleh masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Salah satu dosen pembimbing Tim KKN Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati, S.Si., M.Si. mengungkapkan bahwa tema yang akan diusung dalam projek KKN kali ini didasari oleh keinginan penuh dalam mempromosikan atau membranding produk lokal (Terutama Herbal) serta memberi sosialisasi kepada para pelaku UMKM daerah agar dapat memanfaatkan berbagai platform e-commers yang sedang marak belakangan ini sehingga target pasar mereka juga semakin luas.

“Strategi yang akan tim kami lakukan yaitu berfokus pada kreativitas produknya seperti bahan dasar apa yang digunakan oleh produk tersebut serta desain kemasan yang cocok untuk produk mereka. Kemudian kami juga akan memberikan tips cara berbisnis dan cara pemasaran masa kini. Dan yang pasti dapat memperkenalkan produk-produk lokal ke tingkat yang lebih tinggi juga pastinya,” jelas salah satu mahasiswa KKN.

Lokasi Tim KKN Abmas pengembangan produk herbal ITS di area model konservasi dan eduwisata (AMKE), Kota Batu
Lokasi Tim KKN Abmas pengembangan produk herbal ITS di area model konservasi dan eduwisata (AMKE), Kota Batu

Saat ini produk herbal sedang menjadi minat masyarakat untuk menaikkan imunitas di masa pandemi Covid-19. Hal ini menarik minat Tim KKN Abmas ITS bersama-sama dengan AMKE untuk mengembangkan produk herbal sesuai standarisasi mutu guna meningkatkan kualitas produk, memperluas target pangsa, serta menambah keberlanjutan dari Produk Herbal AMKE sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat ekonomi setempat.

Lissa Rosdiana Noer S.T., M.MT, salah satu anggota dosen pembimbing tim KKN Abmas ITS mengungkapkan bahwa manajemen bisnis herbal pasca produksi dapat dikembangkan dengan beberapa poin antara lain customer segment (CS), value proposition (VP), customer relationship (CR), saluran penjualan, revenue stream (RS), key resource (KR), key activities (KA), key partners (KP), dan cost structure (CR). “AMKE memiliki potensi yang besar sebab produknya sudah dikenal masyarakat, namun dari segi desain produk dan pemasaran masih kurang. Tim KKN Abmas ingin membantu AMKE agar lebih berkembang,” tambah ketua tim dosen pembimbing KKN Abmas ITS, Dr.Awik Puji Dyah Nurhayati S.Si., M.Si.

Berita Menarik Lainnya:  Gubernur Khofifah Tinjau Lokasi Banjir Kota Batu Hingga Bangun Dapur Umum

Sementara menjawab permasalahan tersebut, Boy (Mahasiswa Biologi, 2019), Jagad (Mahasiswa Sistem Informasi, 2019) dan tim kemudian merancang strategi pemasaran, desain untuk kemasan produk, dan katalog produk. Pilihan produk yang akan dikembangkan diantaranya minyak atsiri roll on, minyak atsiri gantungan kunci, dan madu. Tim KKN Abmas ITS telah melakukan analisis ketiga produk tersebut dan diketahui bahwa masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu dibenahi.

Seperti halnya dalam pengemasan produk yang dinilai kurang efisien dan rawan rusak, serta metode promosi yang kurang efektif untuk menjangkau target pangsa. Tim KKN Abmas ITS berinisiatif untuk membantu pemasaran ketiga produk tersebut dengan pengembangan kemasan yang lebih efisien dan berkualitas, serta pembuatan video produk untuk menarik minat masyarakat luas.

Contoh produk AMKE yang akan dikembangkan
Contoh produk AMKE yang akan dikembangkan

Melaksanakan KKN di tengah pandemi Covid-19 ini diakui tim KKN cukup menghambat mobilitas, terutama dalam hal komunikasi dan observasi bisnis. “Kondisi daring juga membuat kami sulit menentukan waktu yang tepat untuk bersama melakukan pendampingan secara langsung dan menentukan jadwal keberangkatan menuju lokasi AMKE” papar ketua tim mahasiswa KKN.

Namun, terlepas dari hambatan tersebut, baik tim KKN dan masyarakat Desa Oro-Oro Ombo merasakan beberapa manfaat lebih dari pelaksanaan KKN di tahun 2021. Desa Oro-Oro Ombo yang menggantungkan sektor pertanian menjadi lebih berkembang dengan lebih produktif dalam mengembangkan UMKM. Salah satunya dengan membuat produk herbal yang ramah lingkungan. Usaha rumah tangga ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar Desa Oro-Oro Ombo. Pengembangan UMKM mampu meningkatkan kualitas produk UMKM dan meningkatkan minat masyarakat untuk kembali ke produk herbal. Bagi mahasiswa sendiri, KKN memberikan kesempatan untuk dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh selama bangku perkuliahan. Kegiatan ini merupakan sarana yang tepat untuk dapat menyelesaikan permasalahan di masyarakat secara langsung.

Mahasiswa KKN bersama tim AMKE
Mahasiswa KKN bersama tim AMKE

Selain itu, pada tanggal 22 Oktober 2021, tim KKN Abmas ITS telah melakukan kunjungan ke AMKE. Tim KKN bertemu dengan tim pengawas AMKE dan mulai melakukan pengambilan video sebagai bahan untuk iklan produk minyak atsiri dan madu. Tim KKN juga diberikan pendampingan oleh Icuk selama berada di AMKE untuk mengetahui lebih dalam mengenai bisnis produk di AMKE. Sebelum memulai kegiatan, tim KKN dan AMKE mengadakan briefing untuk memaparkan kegiatan yang perlu dilakukan pada hari itu. Kemudian tim AMKE juga menjelaskan mengenai desain produk dan metode pemasarannya yang telah dilakukan selama ini.

Pengambilan video untuk iklan produk diawali dengan pengambilan footage. Video menampilkan keindahan dan kesejukan lokasi AMKE dengan latar pegunungan. Tim KKN mahasiswa kemudian menjajaki tempat pembuatan minyak atsiri dan madu. Rumah produksi dilengkapi dengan alat-alat pengolahan. Pengambilan video juga dilakukan dalam rumah produksi dimana terdapat alat-alat yang sedang bekerja untuk mengolah bahan. Dengan ditemani oleh salah satu tim AMKE, Tim KKN diperkenalkan cara kerja dan pengolahan produk hingga menjadi produk jadi.

Berita Menarik Lainnya:  LPM Suramadu Berikan Bantuan Bencana Banjir Bandang Kota Batu
Proses penyulingan tanaman atsir
Proses penyulingan tanaman atsir

“Tanaman atsiri ini juga kami menanam sendiri, kemudian kami panen sendiri, dan langsung kami olah sendiri di tempat ini,” ujar salah satu pendamping dari tim AMKE.

Tanaman atsiri yang mereka tanam sendiri berada tepat di belakang rumah produksi, jadi saat tanaman sudah siap untuk diproduksi mereka langsung memanennya dan kemudian dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam tempat penyulingan. “Penyulingan ini bisa menghasilkan 55 ml sampai 80 ml minyak atsiri untuk sekali produksi dengan waktu yang dibutuhkan yaitu 3 jam,” tambahnya.

Kotak lebah yang digunakan untuk pembuatan madu
Kotak lebah yang digunakan untuk pembuatan madu

“Lebah ini asli dari AMKE dan untuk makanan lebahnya langsung dari tanaman di sekitar sini. Madu diolah langsung dari alat-alat di rumah lebah,” papar salah satu tim AMKE ketika menjelaskan produk Madu AMKE kepada tim KKN.

Kotak lebah tepat berada di depan rumah produksi sehingga memudahkan panen madu. Tumbuhan yang dijadikan sumber makanan untuk lebah berada tepat di sebelah area kotak lebah. Pengambilan video dilakukan dengan bantuan tim pengawas AMKE.

Pengambilan video dilakukan dalam waktu yang cukup singkat karena dilakukan di outdoor sehingga menangkap cahaya matahari langsung dalam kamera. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan video dengan pencahayaan yang sama setiap adegannya. Meskipun dilakukan dengan waktu yang cukup singkat, pengambilan video dapat berjalan dengan lancar dengan bantuan dari Tim AMKE. Dengan pembuatan video iklan produk ini, Tim KKN berharap dapat membantu memasarkan produk AMKE sehingga mendapat perhatian lebih dari masyarakat.

Tim KKN melakukan kunjungan ke AMKE untuk sosialisasi
Tim KKN melakukan kunjungan ke AMKE untuk sosialisasi

Sejak ditetapkan sebagai areal model konservasi edukasi wisata berbasis bahan herbal oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Areal Model Konservasi Edukasi (AMKE) belum memiliki video promosi dan desain produk yang dapat ditawarkan. Untuk itu, dalam memaksimalkan potensi kawasan AMKE agar menjadi areal model konservasi edukasi wisata yang lebih unggul dan dapat memperluas marketing, Tim KKN ITS membantu kembangkan Desain dan Video Promosi khususnya produk minyak atsiri gantung, minyak atsiri roll on, dan madu dari AMKE sehingga diharapkan dapat meningkatkan branding dan target pasar.

Dengan membawa judul KKN “Desain Bisnis Herbal Pasca Produksi Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu”, Tim KKN yang diikuti oleh 25 mahasiswa dan lima dosen lintas departemen berhasil membuat luaran berupa desain dan video produk baru yang dapat digunakan AMKE untuk lebih menarik konsumen. Pada tanggal 21 November 2021, Tim KKN Abmas ITS telah melakukan kunjungan ke AMKE, Desa Oro-Oro Ombo.

Berita Menarik Lainnya:  LSP Unusa Gelar RCC Asesor Kompetensi

Kunjungan Tim KKN ke AMKE bertujuan untuk sosialisasi dan memaparkan produk luaran KKN berupa video serta desain produk yang berhasil dibuat oleh Tim KKN. Sosialisasi ini dihadiri oleh beberapa perwakilan Kelompok Hutan Tani (KTH) AMKE, termasuk ketua penggagas AMKE yang menjabat juga sebagai Penyuluh Kehutanan Dinas Provinsi Jatim yaitu, Ibu Sri Asih. Tim KKN juga ditemani oleh dosen pembimbing KKN Abmas ITS, Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati S.Si., M.Si dan Dr. rer. nat. Edwin Setiawan, S. Si., M. Sc.

Ketua Tim Mahasiswa KKN ITS sedang mempresentasikan hasil luaran KKN saat sosialisasi bersama AMKE
Ketua Tim Mahasiswa KKN ITS sedang mempresentasikan hasil luaran KKN saat sosialisasi bersama AMKE

Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan presentasi kegiatan KKN terlebih dahulu, termasuk pemaparan tujuan dan hasil luaran KKN. Kemudian, Tim KKN ITS menampilkan hasil desain dan video produk yang baru. Desain baru dan video produk yang ditampilkan yaitu ada minyak atsiri gantung, minyak atsiri roll on, dan madu AMKE.

Dengan desain dan video produk yang baru ini, Tim KKN ITS berharap dapat membantu AMKE dalam memasarkan produknya dan lebih menarik minat masyarakat untuk membeli olahan produk lokal. Setelah pemaparan selesai, Ketua AMKE, Ibu Asih, memberikan beberapa saran dan kritik yang membangun untuk memotivasi mahasiswa Tim KKN ITS. Dilanjutkan penyerahan simbolis hasil kegiatan KKN berupa desain produk, leaflet, dan Katalog.

Penyerahan simbolis hasil kegiatan KKN oleh Ketua Dosen Pembimbing KKN Abmas ITS, Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati S.Si., M.Si kepada perwakilan Kelompok Hutan Tani (KTH) Panderman
Penyerahan simbolis hasil kegiatan KKN oleh Ketua Dosen Pembimbing KKN Abmas ITS, Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati S.Si., M.Si kepada perwakilan Kelompok Hutan Tani (KTH) Panderman

 

Mahasiswa KKN ITS menanam benih jahe bersama usai melakukan sosialisasi
Mahasiswa KKN ITS menanam benih jahe bersama usai melakukan sosialisasi

Sebagai bentuk penutupan acara sosialisasi, AMKE telah menyiapkan benih jahe untuk ditanam bersama-sama dengan Tim KKN ITS. Kegiatan ini juga sebagai bentuk membantu menghijaukan lingkungan sekitar. Sebanyak 30 benih jahe telah berhasil ditanam bersama. Kegiatan sosialisasi dapat berjalan dengan lancar hingga akhir berkat bantuan dari dosen pembimbing dan pihak AMKE.

Dari serangkaian kegiatan yang telah dilakukan selama KKN, diharapkan dapat meningkatkan permintaan pasar produk AMKE khususnya minyak atsiri gantung, minyak atsiri roll on, dan madu. Di akhir perbincangan, Ibu Asih menyatakan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kerja keras, kerja cerdas dan komunikasi efektif antara Tim KKN Abmas ITS dengan pemangku kepentingan di AMKE. “KKN ini merupakan bentuk nyata dari pembelajaran dalam kelas ke kehidupan di masyarakat, sehingga harapannya dapat menjadi modal yang bagus untuk implementasi kehidupan pasca kampus nanti,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280