SMK PGRI 13 Surabaya Siap Menyambut New Normal

Surabaya, Beritabangsa.com – Rencana pemerintah untuk menerapkan New Normal atau tatanan hidup baru di tengah pandemi mendapat tanggapan baik dari masyarakat maupun instansi. Segala penyesuaian mulai disiapkan untuk menghadapi New Normal

SMK PGRI 13 Surabaya menyambut baik New Normal meski harus melakukan beberapa penyesuaian sesuai protokol kesehatan agar wabah virus ini tidak menyebar luas.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Kepala Sekolah SMK PGRI 13 Surabaya Sri Wiludjeng menuturkan, penyesuaian tersebut berupa pysical distancing dengan mengubah tempat duduk siswa yang awalnya duduk bersama di bangku panjang diubah menjadi bangku seperti di universitas dengan jarak minimal 1 sampai 2 meter.

Berita Menarik Lainnya:  Pendidikan Anti Korupsi Mesti Ditanamkan Sejak Usia Dini

Selain itu tiap siswa yang masuk diperiksa menggunakan thermal gun, wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan memakai hand sanitizer sebelum masuk kelas serta mengenakan face shield atau penutup muka bagi guru dan murid. Termasuk membagi jam masuk sekolah menjadi dua shift pagi dan siang untuk tiap kelas.

Saya menyambut dengan baik karena diapa-apakan untuk Covid-19 itu belum bisa diprediksi kapan sirna dari bumi Indonesia. Bahkan di surat edaran Bu Gubernur itupun juga New Normal untuk dunia pendidikan menunggu kebijakan lebih lanjut, namun kami sebagai Kepala Sekolah harus siap, siap menghadapi New Normal,” kata Sri WIludjeng saat ditemui di ruangannya. Sabtu, (06/6/2020).

Berita Menarik Lainnya:  Kukuhkan 3.342 Wisudawan, ITS Hadirkan Wisuda Drive Thru Pertama Kali

Penyesuaian ini merupakan langkah persiapan SMK di kawasan Jalan Sidosermo PDK Surabaya tersebut, supaya ketika New Normal jadi diterapkan pemerintah maka proses belajar mengajar bisa langsung berjalan tanpa ada halangan dan membentuk satgas.

Kemarin rapat dengan guru-guru yang pertama sudah membentuk satgas, nah satuan tugas ini antara lain terdiri dari guru dan siswa, lalu tugasnya satgas yang pertama nyusun SOP,” lanjut Sri.

SOP ini berisi beberapa ketentuan yang harus dipatuhi murid dan wali murid serta pengajar, bahkan pihak sekolah memberlakukan aturan berupa tiap siswa yang akan masuk sekolah saat New Normal, harus membawa surat keterangan karantina mandiri saat kebijakan belajar dari rumah yang ditandatangani orang tuanya dan diketahui RT dan RW setempat.

Berita Menarik Lainnya:  MoU 837 SMK dengan Unesa Perkuat Skill Dicatat MURI

Selama siswa ini dirumahkan secara daring dalam karantina mandiri, nah kata-kata karantina mandiri itu selalu dalam pengawasan orang tua, baik itu pembelajarannya, baik itu jangan sampai anak tersebut, siswa tersebut salah bergaul, misalnya terjun dikenakalan remaja. Nah itu ada keterangan nanti dari orang tua bahkan dari RT/RW,” lanjut Sri Wiludjeng.

SMK PGRI 13 Surabaya selama ini menerapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara daring dan offline, pendaftarnya pun juga juga cukup banyak walau mengalami sedikit penurunan dibanding tahun ajaran sebelumnya akibat pandemi Covid-19.

Dan tahun ini saya juga membuka D3 teknologi informatika dimana kerjasama dengan PENS ITS. Jadi siap kerja, siap melanjutkan dan siap wirausaha,” pungkas Sri.

Reporter : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *