Sambut Baik New Normal, SMA Ta’miriyah Surabaya Siapkan Kurikulum Pembelajaran

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – SMA Ta’miriyah Surabaya menyambut baik New Normal atau tatanan hidup baru yang ingin diterapkan pemerintah di tengah pandemi covid-19, meski harus melakukan beberapa perubahan terkait protokol kesehatan.

Kepala sekolah SMA Ta’miriyah Sucipto menyebutkan, perubahan tersebut berupa physical distancing dengan mengubah ruang kelas, yang semula berisi kisaran 30-35 siswa kini menjadi 15-18 siswa.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Tim ITS Ambil Peran dalam Penanganan Erupsi Gunung Semeru
banner 1920x1080

Selain itu tiap siswa yang masuk diperiksa menggunakan thermal gun, wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan memakai hand sanitizer sebelum masuk kelas yang disiapkan di luar ruangan kelas.

Persiapan ini merupakan langkah SMA di kawasan Jalan Indrapura Surabaya tersebut, supaya ketika New Normal jadi diterapkan pemerintah maka proses belajar mengajar bisa langsung berjalan tanpa ada halangan.

Berita Menarik Lainnya:  Unik, Dua Mahasiswa Kembar FK Unusa Diwisuda Bareng

Alhamdulillah persiapan ini sudah kami lakukan dua bulan yang lalu melalui daring. Sehingga ketika ada New Normal pendidikan, Taman Pendidikan Ta’miriyah Surabaya baik KB, TK, SD, SMP dan SMA Ta’miriyah Surabaya sudah siap menghadapinya,” ungkap Sucipto saat ditemui di ruangannya, senin, (8/6/2020).

Sementara untuk penyelenggaraan kurikulum pembelajaran, Sucipto menuturkan akan dibagi menjadi dua kurikulum, yakni dalam jaringan (daring) dan luar ruangan (luring). Pembelajaran daring dilakukan menggunakan portal dan aplikasi. Sementara pembelajaran luring menggunakan televisi, radio, modul belajar, lembar kerja, bahan ajar cetak dan alat peraga.

Berita Menarik Lainnya:  Pelepasan KKN Mahasiswa Unisda 2022, Siap Berkontribusi untuk Desa Bergerak Mandiri

Untuk kurikulum insyaallah kita sudah menyiapkan dua macam yaitu daring dan luring. Daring dalam hal ini kita sebut sebagai virtual kelas sedangkan luring kita sebut sebagai rill kelas,” tutur Sucipto.

Reporter : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait