Rendahnya Minat Baca di Perpustakaan Lebong

Perpustakaan
Plt Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Lebong

BERITABANGSA.COM-LEBONG– Rendahnya minat pengunjung perpustakaan di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, paralel dengan rendahnya minat masyarakat membaca buku.

Selain itu juga dipengaruhi oleh keterbatasan penyediaan kebutuhan buku yang diperlukan masyarakat, pelajar, mahasiswa dan akademisi

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Faktor lain pengaruh rendahnya pengunjung perpustakaan Kabupaten Lebong sebagai dampak dari digitalisasi dan internet

Plt Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Jaswidodo, mengatakan, “rendahnya membaca buku di perpustakaan, hal ini didorong kemudahan masyarakat mengakses informasi berbasis internet atau mendapatkan buku digital baik di google atau di playstore. ”

Berita Menarik Lainnya:  Kenalkan Anak dengan Aktivitas Bupati, TK Bhayangkari Kunjungi Pendapa Wedya Graha

Jaswidodo mengatakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lebong telah melakukan upaya antisipasi untuk mendongkrak minat baca buku melalui program perpustakaan keliling ke sekolah dan desa-desa.

“Kita telah adakan perpustakaan keliling ke sekolah dan perpustakaan desa, hal ini bisa dinilai angka membaca buku cukup tinggi,” jelas Jaswidodo kepada Beritabangsa.

Menurut Jaswidodo, beberapa program ke depan akan dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, sejalan dengan program Perpustakaan Nasional menaikkan minat membaca, dengan menggiatkan perpustakaan keliling ke desa dan sekolah.

Berita Menarik Lainnya:  127 Korban Tewas Ricuh Suporter di Malang, 180 Dirawat, Begini Penjelasan Kapolda Jatim

Selanjutnya, Perpustakaan dan Kearsipan Lebong akan program melaksanakan program buku berbasis digital.

Untuk program transformasi perpustakaan, dari paradigma lama tempat masyarakat membaca, meminjam buku dan menyimpan buku, menuju wadah masyarakat mengembangkan pribadinya guna meningkatkan ilmu pengetahuan dengan belajar, seperti les bahasa Inggris, dan aktivitas lain penunjang peningkatan ilmu pengetahuan serta didukung alat yang memadai, namun hal ini masih tahap proses.

“Masih banyak program untuk membangun hal ini dan perlu adanya dukungan dari semua pihak,” kata Jaswidodo

Berita Menarik Lainnya:  Jatim Juara Umum Olimpiade Sains Nasional 3 Tahun Berturut-turut

Berdasarkan pantauan, kebutuhan buku sesuai dengan kebutuhan masyarakat masih sangat sulit dicari di perpustakaan, semisal buku hortikultura, budidaya ikan, agrobisnis, agroteknologi, pembenihan, pengolahan gula dan lain-lain.

Di samping itu, penyediaan buku tentang kebutuhan pelajar SMP dan SMA sangat minim, misalnya buku sejarah, buku tentang kebudayaan Rejang, antropologi, filsafat , ilmu multimedia, ilmu keterampilan dan lain-lain. Termasuk buku-buku tentang politik, jurnalistik, hukum, agama , potensi daerah dan lain-lain.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *