Pemberdayaan Pengrajin Anyaman Dusun Patuk Jombang dengan Meningkatkan Inovasi Produk Kitchenware Berbahan Dasar Bambu

Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG– Bambu merupakan bahan yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia dari zaman dahulu dan memiliki berbagai manfaat. Industri kerajinan anyaman bambu yang termasuk dalam subsektor ekonomi kreatif memberikan sumbangan yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yakni sebesar 7,44%. Walaupun begitu tetap dibutuhkan upaya pengembangan bagi industri pengrajin anyaman Dusun Patuk agar dapat bertahan pada kondisi ekonomi digital dan dapat membentuk bisnis yang berkelanjutan.

Ads
Sejumlah Mahasiswa KKN ITS 2021 saat melakukan pengabdian masyarakat kepada pengrajin anyaman Dusun Patuk Jombang
Sejumlah Mahasiswa KKN ITS 2021 saat melakukan pengabdian masyarakat kepada pengrajin anyaman Dusun Patuk Jombang

Setelah mengobservasi kondisi pengrajin anyaman bambu, digagaskan suatu kegiatan dalam bentuk pengabdian dan pemberdayaan masyarakat kepada pengrajin anyaman. Dimana dilakukan dengan pendekatan konsep Social Entrepreneurship di era digital melalui edukasi dan transfer teknologi, serta kegiatan peningkatan potensi produk kreatif yang dimiliki oleh pengrajin anyaman bambu.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Era Milenial, SMAN 1 Ngrambe Tetap Ajarkan Gamelan dan Wayang

Produk kitchenware dipilih menjadi sebuah inovasi pengembangan produk untuk bambu dengan mendukung gerakan zero-waste dan juga SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) sebagai bentuk peningkatan potensi produk kreatif guna menumbuhkan ekonomi lokal. Bambooana tidak hanya memfokuskan pada pengembangan produk saja tetapi juga dampak yang dapat diterima oleh para pengrajin anyaman

Berita Menarik Lainnya:  Resmi Dilantik, BEM STAITA Siapkan Program FORKA
Produk hasil dari pengrajin anyaman Dusun Patuk, Jombang
Produk hasil dari pengrajin anyaman Dusun Patuk, Jombang

Untuk mendukung pengembangan dan pengalaman bisnis, Bambooana mengikuti beberapa kegiatan seperti SEPAKAT (Seminar Pengabdian Masyarakat) 2021 dengan menerbitkan jurnal, menjuarai kompetisi BIOMASS 2021 (National Business Plan Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya), dan juga menerbitkan berita atau artikel.

Melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan tersebut, pengrajin anyaman dapat memperoleh manfaat dalam peningkatan inovasi desain produk dan kemampuan manajerial kewirausahaan sosial di era digital. Serta adanya proses edukasi dan transfer teknologi dalam bentuk digital marketing kepada pengrajin anyaman. Dalam rencana dan langkah tindak lanjut, tim pengabdi sudah melakukan diskusi terkait re-branding Dusun Patuk Jombang khususnya pada pengrajin anyaman bambu. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan mengenai anyaman bambu.

Berita Menarik Lainnya:  Jatim Juara Umum KSM, Kemenag Beri Beasiswa Para Jawara

banner 768x1152