Optimalkan Kemampuan Siswa, Disdikbud Jombang Lakukan Ini

Disdikbud Jombang
Tampak Kadisdikbud Jombang, Senen, saat menyampaikan sambutannya dalam pagelaran sosialisasi rintisan sekolah penggerak jenjang sekolah dasar. Foto : Faiz
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Guna optimalkan kemampuan siswa dalam belajar, terdapat bermacam cara bisa dilakukan instansi maupun perorangan. Seperti yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang kali ini.

Disdikbud Jombang Sosialisasi rintisan sekolah penggerak jenjang sekolah dasar, di sekolah dasar negeri (SDN) Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, angkatan III di 2022.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Kegiatan ini digelar untuk menyesuaikan kurikulum merdeka. Dari situ mereka dapat belajar dengan potensi dan kemampuan masing-masing.

Berita Menarik Lainnya:  Beredar Foto Gedung PAUD Rusak, Siswanya Terpaksa Belajar di Musala

Kepala Disdikbud Jombang, Senen, mengatakan program itu dilaksanakan dampk dampak pandemi dua tahun lalu, karena belajar secara online.

Program sekolah penggerak inilah para guru dapat andil mengevaluasi kembali penerapan pembelajaran baru di kurikulum merdeka.

Sehingga peserta didik dapat mengoptimalkan kompetensi kemampuan belajarnya.

“Masih banyak yang bakal kita persiapkan sebelum program itu berjalan dengan lancar pada tahun ajaran baru 2023,” tuturnya.

Kurikulum baru inilah, program sekolah penggerak, pembelajaran intrakurikuler beragam bisa lebih optimal. Peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi siswa.

“Diantaranya apabila peserta didik ini lebih menguasai hobinya, seperti menyukai seni musik, mengambar maupun olahraga, bahkan yang lainnya,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Ning Tiwi dan Bupati Muhdlor Tangani Balita Penderita Usus di Luar

Sementara itu Kasmujiraharja, Sub Koordinator Pengembang Kurikulum Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Jombang mengatakan sosialisasi oleh dinas melibatkan seluruh Kasek, guru kelas 1 -4, dan harus memahami potensi peserta didik sejak dini.

Narasumber dalam sosialisasi rintisan sekolah penggerak angkatan 3 jenjang SD yakni dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur dan Kepala Sekolah Penggerak Jenjang SD Angkatan 2.

“Untuk SD ada 22 lembaga ikut program Sekolah Penggerak. Ada undangan 22 lembaga itu, ada 1 kepala sekolah dan dua orang guru sebagai komite pembelajaran. Mereka itu calon pelaksana sekolah pengerak,” katanya.

Kurikulum yang diambil tentang kurikulum sekolah penggerak. Hampir semua kurikulum merdeka termasuk program, pembelajaran dan asesmen berikut penilaiannya.

Berita Menarik Lainnya:  Kuliah Plus Bekerja Bukan Aral untuk Berprestasi

“Dari 22 Kasek terpilih inilah juga harus menghasilan peserta didik yang menghasilkan secara optimal dan betul-betul nyata karena itu pihaknya mencari yang terbaik dari yang terbaik,” paparnya.

Pihaknya mengharapkan dari angkatan II, bagi yang belum punya pengalaman harus menyesuaikan.

Setidaknya para guru kembali bisa menata dimulai dari persiapan mereka saat ditempatkan menjadi wali kelas 1 maupun kelas 2.

“Pastinya tiap guru bisa memberikan bimbingan yang kreatif kepada muridnya, dan harus mempersiapkan infrastrukturnya. Sebab sebelumnya, kurikulum lama mereka ditentukan nilai ujian. Sekarang anak-anak itu dapat mencapai sesuai kemampuan,” imbuhnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait