MI di Bondowoso Mulai Gelar PTM Dengan Prokes Ketat

Siswa MI AT Taqwa Bondowoso saat melakukan PTM dengan prokes ketat
Keterangan Foto : Siswa MI AT Taqwa Bondowoso saat melakukan PTM dengan prokes ketat
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Bondowoso – Berdasarkan Instruksi Menteri dalam Negeri (Inmendagri), Kabupaten Bondowoso masuk PPKM level 3. Artinya semua jenjang pendidikan diizinkan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Termasuk madrasah ibtidaiyah (MI).

Salah satunya MI At-Taqwa Bondowoso, yang menyambut baik kebijakan tatap muka tersebut. MI dengan jumlah siswa terbanyak ini mulai melaksanakan PTM sejak Senin, (23/8) kemarin.

Bacaan Lainnya

Kepala MI At-Taqwa Bondowoso, Muhammad Zakariya mengatakan dari total siswa yang ada, siswa yang diperbolehkan masuk hanya 50 persen.

Total gedung sekolah pun ada dua. Satu berbeda di Masjid Agung, Jl. Letnan Sutarman Kota Kulon, dan di Jalan HOS Cokroaminoto Kademangan.

Berita Menarik Lainnya:  Lantik IKA Unair, Khofifah: Konektivitas Dudika dan Perguruan Tinggi Penting

“Masuknya bergantian. Jika hari Senin masuk, besoknya libur. Kemudian yang masuk Selasa yang 50 persen lagi. Jadi setiap siswa ada jatah masuk tiga hari dalam seminggu,” paparnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/8/2021).

Menurutnya, total ada 1.715 siswa dengan jumlah 45 kelas. Untuk kelas satu sampai kelas 3 dilaksanakan di gedung yang berdekatan dengan Masjid Agung At-Taqwa.

“Kelas atas, yakni kelas 4 sampai kelas 6 ditaruh di timur. Yakni di gedung Jalan HOS Cokroaminoto,” jelasnya.

Awalnya ia berencana menerapkan sistem masuk pagi dan siang. Namun dibatalkan karena berpotensi terjadi kerumunan.

“Karena berkerumun nanti. Ada yang mengantarkan dan ada yang jemput. Itu berpotensi berkerumun,” jelasnya.

Pihaknya memastikan kegiatan berjalan dengan protokol kesehatan Covid-19 ketat. Mulai menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum masuk kelas.

Berita Menarik Lainnya:  Kasus Covid-19 di Madura Meningkat, KKN UNTAG Surabaya Fokus Sosialisasi Patuh Protokol Kesehatan dan Edukasi Vaksinasi Covid-19

“Alhamdulillah untuk guru ada 76, total dengan tenaga pendidik 85 orang,” imbuhnya saat dikonfirmasi.

Sementara Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bondowoso, Ibrahim mengaku sudah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada pengawas dan Kepala RA/Madrasah Negeri atau Swasta di Bondowoso. Terkait pelaksanaan PTM terbatas untuk madrasah pada tahun ajaran 2021/2022.

“PTM harus menyesuaikan dengan Standart Operational Procedure (SOP) yang sudah ditentukan Kemenag Bondowoso. PTM bisa dimulai dari Kamis 19 Agustus lalu,” paparnya.

Menurutnya, madrasah yang memiliki siswa kurang dari 100 orang, maka PTM bisa dilakukan secara serentak.

“Sesuai ketersediaan ruang belajar yang diperbolehkan. Yaitu maksimal 50 persen, agar dapat menjaga jarak satu hingga dua meter,” terangnya.

Berita Menarik Lainnya:  Tingkatkan Skill Berdakwah Santri, Komunitas Media Pondok Jatim Gelar Madrasah Media

Sementara untuk Madrasah yang memiliki siswa diatas 100 orang, maka PTM boleh digelar dengan sistem bergantian dan menyesuaikan ketersediaan ruang belajar.

“Jika dalam satu hari lebih dari satu, maka harus ada jeda waktu antar shift. Jeda waktu antara shift pertama ke berikutnya selama 60 menit untuk sterilisasi ruang belajar,” katanya.

Selain itu kata dia, waktu siswa belajar di Madrasah juga dibatasi. Setiap hari maksimal dua hingga empat jam tanpa istirahat.

“Seluruh proses pembelajaran berakhir maksimal pukul 12.00 WIB. Kecuali hari Jumat maksimal pukul 11.00 WIB,” paparnya.

Pihaknya berharap Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bondowoso yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka tetap taat prokes.

“PTM ini akan dipantau serta akan dievaluasi secara berkala oleh Kemenag bersama para Pengawas Madrasah,” tegasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280