Mahasiswa UNTAG Beri Penyuluhan dan Praktik PHBS Santri Ponpes

Keterangan foto: Koordinasi dengan ketua pondok pesantren At-Tahririyah Desa Pangpajung, Kec. Modung, Kab. Bangkalan.
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Mahasiswa Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, memberi penyuluhan dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) At-Tahririyah Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Adalah Yosafat Walela. Mahasiswa yang sedang menjalankan kuliah kerja nyata (KKN) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama 12 hari, sejak tanggal 22 November dan berakhir pada 3 Desember 2021.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Kata Yosafat, bahwa lingkungan yang bersih akan membuat sehat penghuninya. Naluri setiap manusia mengidamkan lingkungan rumah, tempat bekerja, dan tempat belajar juga bersih.

Berita Menarik Lainnya:  Cetak Generasi Penggerak Ekonomi Kreatif, Menparkeraf Berharap Al Ishlah Bondowoso Jadi Contoh Ponpes Lain

Apalagi di lingkungan pondok pesantren, tempat menuntut ilmu agama. Lingkungan sehat dan bersih harus tercipta sehingga kegiatan belajar menjadi efektif.

“Biasanya di lingkungan pesantren, membutuhkan tenaga kebersihan cukup banyak. Jarang diadakan karena butuh cost besar. Maka kuncinya dalam menjaga kebersihan di lingkungan pesantren dan asrama santri adalah para santri itu sendiri. Mereka harus memiliki kepekaan dan kebiasaan santri,” ujarnya.

Yosafat melihat tempatnya KKN yakni di lingkungan Ponpes At-Tahririyah harus ditingkatkan dan dipertahankan kebersihannya. Selain lingkungan yang ada harus diberi pohon perindang agar lebih asri.

Dia melihat kesadaran dan kebiasaan perilaku santri untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) masih sangat kurang.

Berita Menarik Lainnya:  Pengmas, Dua Dosen Berikan Pelayanan Kesehatan

“Faktanya memang perilaku membuang sampah sembarangan, menggantungkan pakaian di kamar dan bertukar pakaian pribadi sesama teman jadi kebiasaan yang buruk,” ujar mahasiswa semester VII Fakultas Ekonomi dan Bisnis/Ekonomi Pembangunan Untag Surabaya ini.

Maka dia pun masuk di ruang kosong itu. Yosafat, memberikan sumbangsihnya untuk menjaga perilaku PHBS agar diterapkan disiplin di Ponpes ini.

“Kita berikan tempat sampah agar para santri mudah membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.

Keterangan foto: Lokasi Pondok Pesantren At-Tahririyah Desa Pangpajung, Kec. Modung, Kab. Bangkalan, Madura.

Kata Yosafat dengan PHBS diterapkan sebagai upaya menciptakan suatu kondisi perilaku sosial untuk menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan lingkungan sosial masyarakat.

“Kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor utama dan penting dalam kesehatan. Perilaku hidup bersih akan memberi dampak positif bagi kesehatan individu, termasuk santri di sini. Belajar lebih nyaman dan tenang,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Lagi, Unitomo Surabaya Gelar UKW Angkatan II dan Launching Situs Web

Wujud perilaku hidup bersih dan sehat, di lingkungan pesantren tidak boleh mengandalkan petugas. Namun harus dari santri sendiri. Maka dibentuklah Santri Satuan Tugas (Satgas) Pengelolaan Sampah.

“Pengelolaan sampah jadi entry point banyak hal baik soal kesehatan, perubahan iklim, pengurangan kemiskinan, keamanan pangan dan sumberdaya, serta produksi dan konsumsi berkelanjutan,” paparnya.

Setelah pemahaman tentang kesehatan dan kebersihan lingkungan, Yosafat, menggerakkan santri untuk gotong-royong kerja bakti, melibatkan warga. Sehingga target kebersihan maksimal diraih.

“Bersyukur warga peduli. Sebaliknya jika pihak Desa ada kerja bhakti gotong – royong santri bisa terlibat dalam menjaga lingkungan yang sehat dan bersih,” ucapnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280