Kuliah Plus Bekerja Bukan Aral untuk Berprestasi

Wisudawan Ke- 25, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Warrawan Surabaya (Stikosa-AWS) | Foto: Humas Stikosa AWS
Wisudawan Ke- 25, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Warrawan Surabaya (Stikosa-AWS) | Foto: Humas Stikosa AWS
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Warrawan Surabaya (Stikosa-AWS), telah mewisuda lulusannya ke-25.

Bahkan tak terhitung wisudawan berprestasi lahir di kampus ini.

Bacaan Lainnya

Baik secara akademik maupun non akademik. Tidak sedikit yang meraih predikat lulus dengan kehormatan.

Semisal, Rifkya Xena Aminullah Jr dari Public Relations dengan IPK 3,75, Habib Syahrul Asrori dari Broadcasting dengan IPK 3,75, dan Jelita Sondang Samosir dengan IPK 3,67 dari peminatan Jurnalistik.

Selain mahasiswa berprestasi secara akademik, ada mahasiswa berprestasi non akademik dengan IPK 3,72 dengan total nilai SKPI tertinggi, sebesar 4250. Dia adalah Rizqi Mutqiyyah.

Berita Menarik Lainnya:  Fikom Unitomo - STIKOSA AWS Kolaborasi Kembangkan Ilmu Komunikasi

Bagian menarik dari para wisudawan terbaik tahun ini adalah lantaran mereka menjalani aktivitas kuliah dan pada saat yang sama harus bekerja.

Menilik padatnya aktivitas kerja mereka, bukan pekerjaan mudah bagi seorang mahasiswa untuk sekaligus menjalani kuliah.

Seperti diceritakan Rizqi Mutqiyyah, ia bekerja sebagai jurnalis di media online Jawa Timur, ngopibareng.id.

“Alhamdulillah seneng dinobatkan menjadi wisudawan terbaik non akademik dengan nilai SKPI tertinggi,” kata Rizqi Mutqiyyah mahasiswi transfer angkatan 2018 yang berhasil menyelesaikan kuliah selama 3 tahun.

Pengalaman yang sama disampaikan Habib Syahrul Asrori, mahasiswa angkatan 2017 peminatan Broadcasting yang bekerja sebagai penyiar DJ FM.

Berita Menarik Lainnya:  PWI, Kominfo Jatim, dan Stikosa-AWS Bersinergi Realisasi Program Beasiswa

“Senang karena bisa membuktikan pada orangtua kalau aku bisa menyelesaikan kuliah dan menjadi wisudawan terbaik walaupun sambil harus bekerja,” tuturnya.

Habib mengakui memang agak berat menjalani dua kewajiban sekaligus.

“Alhamdulillah bisa dengan disiplin mengatur waktu,” tuturnya.

Lain pula cerita Rifkya. “Aku sih memang sudah bekerja dua tahun sebelum kuliah. Maunya justru agar bisa menabung untuk bisa kuliah. Saat ini aku bekerja di JNT sebagai supervisor yang tugasnya menaungi staf di proses pengiriman sekaligus digital marketing perusahaan,” kata Rifkya Xena Aminullah Jr mahasiswa Public Relations itu.

Apa kunci keberhasilan? . “Mesti pandai membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Harus memanajemen waktu sebaik mungkin agar tidak ketinggalan materi perkuliahan dan tugas – tugas kuliah,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Sosialisasi Empat Pilar, Rahmat Muhajirin: Pelajaran PMP Harus Dihidupkan Kembali

Jelita Sondang, mahasiswa jurnalistik berharap apa yang diraihnya sebagai mahasiswa berprestasi dapat memotivasi teman-teman mahasiswa yang sedang berkuliah sambil kerja. Ia meyakinkan, kalau mau pasti bisa.

“Sejujurnya, menjadi wisudawan terbaik tentunya menjadi kebanggaan dan saya tentunya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan orangtua, sahabat dan teman-teman. Teruntuk teman-teman yang sedang berkuliah, tetaplah semangat, jadilah terbaik untuk versimu,” katanya.

Para wisudawan terbaik ini sepakat menyebut Stikosa-AWS sebagai kampus komunikasi yang ramah sebagai tempat mengembangkan diri para para pekerja atau profesional. Bekerja sambil kuliah!

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280