KKN Untag Surabaya Bekali Santri Teknologi e-Commerce

Keterangan foto : Anisya Putri Amelia, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag), memberikan materi dan praktik pengembangan teknologi e-Commerce dan ekonomi kreatif kepada santri pondok pesantren At-Tahririyah, Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura. (Foto/Ali Wafa)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan ilmu agama. Di era digitalisasi 4.0 saat ini ponpes juga dituntut untuk memberikan pembekalan lain bagi santri semisal kewirausahaan.

Ads

Oleh karena itu, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag), Anisya Putri Amelia membantu memberi materi dan praktik pengembangan teknologi e-Commerce dan ekonomi kreatif kepada para santri di Pondok Pesantren At-Tahririyah Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Bacaan Lainnya

Selain santri, praktik program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merekan itu juga menyasar kepada warga desa Pangpajung, setempat.

Kurun waktu KKN dilaksanakan selama 12 hari. Dimulai dari tanggal 22 November sampai 3 Desember 2021. Dibimbing langsung oleh dosen pembimbing lapangan Bagus Cahyo Shah Adhi Pradana, S.Sos.,M.Med.Kom.

Anisya Putri Amelia mengatakan pengembangan kewirausahaan bagi santri pondok pesantren era industri 4.0 menjadi kebutuhan. Sebab, tantangan bagi santri setelah lulus dari pondok pesantren adalah mencari pekerjaan.

Sehingga santri tidak hanya dibekali pendidikan agama. Tetapi juga harus dibekali pendidikan yang dapat menunjang masa depan santri.

Pelatihan kewirausahaan menjadi salah satu solusi sebagai satu upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di masyarakat

“Pesantren harus mampu mengikuti irama zaman di mana era modernisasi berkembang pesat terutama dalam hal teknologi informasi. Pesantren harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup untuk dapat hidup berdampingan dengan era elektronik yang berstatus status quo. Dalam hal ini, e-Commerce menjadi salah satu alternatif termudah untuk mendukung seseorang dalam berwirausaha,” kata perempuan yang akrab dipanggil Anisya.

Anisya juga memberikan pendampingan pembuatan Marketplace kepada santri dan masyarakat untuk dapat melakukan promosi dan memasarkan produk melalui Marketplace serta dapat membuat konten yang menarik.

Keterangan foto : Anisya Putri Amelia, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag), memberikan pendampingan pembuatan Marketplace kepada santri pondok pesantren At-Tahririyah, Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura. (Foto/Ali Wafa)

Selain itu juga memberikan pendampingan Marketing melalui media sosial untuk memberikan peluang meningkatkan kesejahteraan, mengembangkan, pemanfaatan produk daerah.

Serta untuk mempermudah dan memperluas jumlah penjualan produk serta memudahkan mencari konsumen.

“Banyak market memanfaatkan peluang dari meningkatkan popularitas media sosial dikalangan pengguna internet. Memulai mempromosikan merek dimedia sosial seperti WA, Instagram dll,” ungkap mahasiswi aktif semester VII Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya.

Melalui program tersebut, diharapkan santri dan masyarakat dapat mengetahui konsep dasar dalam dunia kewirausahaan. Sehingga kedepan, akan lahir santri-santri yang memiliki jiwa kewirausahaan.

“Harapan kami, santri dan masyarakat di Desa Pangpajung dapat meningkatkan kemampuan menuju masyarakat yang sejahtera. Dengan pelatihan e-Commerce dapat dilakukan secara berkesinambungan dan dengan memberikan materi yang beragam dapat meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat,” tutupnya.

Pos terkait

banner 768x1152