KKN Untag Surabaya Bekali Santri Teknologi e-Commerce untuk Kewirausahaan

Keterangan foto : Dwi Fitriani, mahasiswi semester VII Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya memberikan materi dan praktik pengembangan teknologi e-Commerce dan ekonomi kreatif kepada santri Pondok Pesantren At-Tahririyah Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura untuk tumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan. (Foto/Peserta KKN)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag) membekali santri pondok pesantren materi dan praktik pengembangan teknologi e-Commerce dan ekonomi kreatif.

Adalah Dwi Fitriani, mahasiswi semester VII Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya memberikan materi dan praktik pengembangan teknologi e-Commerce dan ekonomi kreatif kepada santri Pondok Pesantren At-Tahririyah Desa Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura untuk tumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan.

Bacaan Lainnya

Selain santri, praktik program Kuliah Kerja Nyata (KKN) itu juga menyasar kepada warga Desa Pangpajung, setempat.

KKN dilaksanakan dalam kurun waktu selama 12 hari. Dimulai dari tanggal 22 November sampai 3 Desember 2021. Dibimbing langsung oleh dosen pembimbing lapangan Bagus Cahyo Shah Adhi Pradana, S.Sos.,M.Med.Kom.

Berita Menarik Lainnya:  Arumi Bachsin: Setiap Orang Tua Miliki Insting Dasar Bentuk Anak Hebat

Dwi Fitriani mengatakan pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan ilmu agama. Di era digitalisasi 4.0 saat ini ponpes juga dituntut untuk memberikan pembekalan lain bagi santri semisal kewirausahaan.

Lembaga pesantren pun juga dituntut untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan dunia industri dan dunia kerja untuk meningkatkan potensi dan kompetensi siswa di era digitalisasi 4.0

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan bagi santri pondok pesantren era industri 4.0 menjadi kebutuhan. Sebab, tantangan bagi santri setelah lulus dari pondok pesantren adalah mencari pekerjaan.

Sehingga santri tidak hanya dibekali pendidikan agama. Tetapi juga harus dibekali pendidikan yang dapat menunjang masa depan santri.

“Pelatihan kewirausahaan menjadi salah satu solusi sebagai satu upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di masyarakat, menjadi satu hal penting yang harus dilakukan untuk mengatasi dan mengatisipasi pengangguran yang semakin meningkat,” kata perempuan yang akrab dipanggil Dwi.

Berita Menarik Lainnya:  (Tak Patut Ditiru) Pria Sampang Madura Bonyok Dihajar Massa

Dwi menjelaskan pesantren harus mampu mengikuti irama zaman di mana era modernisasi berkembang pesat terutama dalam hal teknologi informasi. Pesantren harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup untuk dapat hidup berdampingan dengan era elektronik yang berstatus status quo.

“Dalam hal ini, e-Commerce menjadi salah satu alternatif termudah untuk mendukung seseorang dalam berwirausaha,” terangnya.

Keterangan foto : Dwi Fitriani, mahasiswi semester VII Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya membekali santri pembuatan prodak Good Mood Susu Jeli Oreo (Sujelo) sebagai peluang usaha baru. (Foto/Peserta KKN)

Dwi juga memberikan pendampingan pembuatan Marketplace kepada santri dan masyarakat untuk dapat melakukan promosi dan memasarkan produk melalui Marketplace serta dapat membuat konten yang menarik.

Selain itu juga memberikan pendampingan Marketing melalui media sosial untuk memberikan peluang meningkatkan kesejahteraan, mengembangkan, pemanfaatan produk daerah.

Serta untuk mempermudah dan memperluas jumlah penjualan produk serta memudahkan mencari konsumen.

“Banyak market memanfaatkan peluang dari meningkatkan popularitas media sosial dikalangan pengguna internet. Memulai mempromosikan merek dimedia sosial seperti WA, Instagram dll,” ungkap mahasiswi aktif semester VII Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya.

Berita Menarik Lainnya:  Latih Keterampilan Siswa, SMA Khadijah Gelar MTC 2022

Disamping itu, Dwi juga membekali santri pembuatan prodak Good Mood Susu Jeli Oreo (Sujelo) sebagai peluang usaha baru.

Pembuatan sujelo bisa dijadikan peluang untuk menghasilkan keuntungan dengan cara yang mudah serta dapat memanfaatkan salah satu bahan yang sering ditemui dilingkungan sekitar.

“Saat ini lagi trend minuman yang berbau kopi, agar membuat minuman yang berbeda dengan yang lain dan praktis pembuatannya,” ungkap Dwi.

Melalui program tersebut, diharapkan santri dan masyarakat dapat mengetahui konsep dasar dalam dunia kewirausahaan. Sehingga kedepan, akan lahir santri-santri yang memiliki jiwa kewirausahaan.

“Harapan kami, santri dan masyarakat di Desa Pangpajung dapat meningkatkan kemampuan menuju masyarakat yang sejahtera. Dengan pelatihan e-Commerce dapat dilakukan secara berkesinambungan dan dengan memberikan materi yang beragam dapat meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat,” tutupnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280