KKN Untag Surabaya Ajak Warga Budidaya Tanaman TOGA

Keterangan foto: Ricky Riantama, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 memberikan penyuluhan dan praktek budidya tanamana TOGA kepada masyarakat di RT 004/RW 012 Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Kota Surabaya.
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat herbal atau digolongkan sebagai obat tradisional.

Akan tetapi kondisi saat ini banyak masyarakat yang kurang membudidayakan TOGA dilingkungan perumahan, dengan berbagai alasan salah satunya lahan yang terbatas.

Bacaan Lainnya

Salah satu contohnya di daerah RT 004 RW 012 Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Kota Surabaya.

Melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri mahasiswa Untag Surabaya, Ricky Riantama mengajak masyarakat di RT 004/RW 012 Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Kota Surabaya membudidayakan tanaman TOGA.

Berita Menarik Lainnya:  IMAN Resmi Dilantik, Kiai Zuhri Zaini: Pengurus Harus Bisa Menata Niat

Hal tersebut dikarenakan tanaman TOGA sebagai pertolongan pertama ketika membutuhkan obat dan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Selain warga, kegiatan juga melibatkan siswa SDN 3 Mojo Surabaya agar nantinya dapat menjadi tunas muda yang mampu melestarikan dan membudidayakan tanaman TOGA.

Ricky Riantama memaparkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah satu alternatif yang sering digunakan oleh masyarakat dalam menjaga kesehatan tubuh. Toga adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat herbal atau digolongkan sebagai obat tradisional.

“Toga biasanya ditanam pada sebidang tanah dihalaman rumah, perkarangan atau kebun milik keluarga untuk dijadikan tempat khusus keperluan obat alami keluarga. Banyak masyarakat yang masih belum paham akan manfaat tanaman obat keluarga ini,” paparnya.

Berita Menarik Lainnya:  Hima Gizi Unusa Gelar Foodest 2021
Keterangan foto: Ricky Riantama, Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag), memberikan praktek menanam toga kepada siswa-siswi SDN 3 Mojo.

Lebih detail Ricky mejelaskan metode pelaksanaan yang digunakan dalam program penanaman dan budidaya tanaman obat keluarga dibagi menjadi tiga tahapan disetiap lokasi.

Tahapan pertama adalah memberikan penyuluhan materi tentang tanaman obat keluarga berkaitan dengan jenis dan manfaat tanaman obat keluarga dengan memberikan selebaran materi tentang manfaat dan jenis tanaman Toga yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

Tahapan kedua yaitu memberikan penjelasan cara menanam, perawatan dan panen tanaman obat keluarga di polybag dengan menunjukan segala perlengkapan untuk penanaman Toga , dan tahapan ketiga melakukan praktek secara langsung penanaman tanaman obat keluarga (Toga).

Berita Menarik Lainnya:  LP Maarif NU Selaraskan Kurikulum Sekolah dengan IDUKA

“Dari ketiga tahapan tersebut dilakukan secara runtut agar mitra dapat menerima informasi dan ilmu pengetahuan dengan baik dan benar sehingga diharapkan dari progam ini dapat mengembangkan potensi lingkungan yang asri dan potensi ekonomi masyarakat yang akan terus meningkat,” terangnya.

Diharapkan, program tersebut dapat bermanfaat untuk warga dalam membudidayakan tanaman TOGA.

“Program ini sangat bermanfaat untuk masyarakat RT 004/RW 012 Kelurahan Mojo dan siswa-siswi SDN 3 Mojo dalam membiasakan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, dan untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat serta tata cara penanaman Toga dengan baik dan benar,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280