Keluhan Pembelajaran Daring, RT Beri Ide Cerdas ke Pemkot Surabaya

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Pembelajaran sistem daring bagi siswa-siswi SD-SMP-SMA ditengah pandemi Covid-19 banyak dikeluhkan oleh berbagai pihak, salah satunya oleh Aan Ainur Rofik, ST., SH, Ketua RT001/RW002 Kelurahan Menanggal Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya yang putrinya masih duduk di bangku SD.

Namun yang unik, dirinya tak hanya mengeluhkan, namun juga memberi solusi berupa ide menarik yang mungkin oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sulit untuk merealisasikannya. Pasalnya, idenya tersebut dianggap tidak lazim.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Dirikan UKM, ITS Sulap Limbah Perikanan Jadi Gelatin
banner 1920x1080

“Saat ini siswa-siswa dibelahan seluruh Indonesia kesulitan adaptasi dengan pembelajaran metode daring (online), tapi kali ini saya hanya berbicara di kota Surabaya. Ada beberapa faktor kendala sulitnya pembelajaran metode daring,” ungkapnya saat wawancara eksklusif. Selasa (11/8/2020).

Aan Ainur Rofik yang juga staff Kementrian pemuda dan olahraga menjelaskan beberapa faktor kendalanya seperti orang tua siswa yang tidak mempunyai smartphone. Kendala selanjutnya juga peran ganda orang tua, satu sisi bekerja dan sisi lainnya memantau anaknya yang kesulitan belajar daring.

“Yang tak kalah penting adalah kendala mahalnya kuota internet, kasihan bagi mereka yang punya keterbatasan dari sisi ekonomi. Orang tua yang memiliki satu smartphone dengan memiliki anak lebih satu, sulit untuk membagi waktunya,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Lomba Geoteknik Mahasiswa Tingkat Nasional 2022 Masuk Babak Final

“Tugas orang tua yang biasanya memasak, mencuci baju dan piring belum lagi bekerja tambahan membantu suaminya malah ditambah dengan tugas menyiapkan dan mendampingi belajar metode daring, mereka kelelahan, akhirnya bisa menyebabkan stres,” lanjutnya.

Untuk itu, Aan memberi solusi kendala belajar metode daring kepada Pemkot Surabaya, khususnya dipenggunaan kuota internet. Menurutnya, pemkot harus memberikan subsidi jaringan Wi-Fi selama pandemi ke tiap RT.

“Yang saya dengar pemkot akan membantu jaringan internet ke tiap RW, bayangkan jika ada satu RW memiliki lebih dari 10 RT bagaimana bisa membantu anak-anak? Akan lebih baik jika mensubsidi ke tiap RT. Dengan begitu, maka kendala belajar daring dipenggunaan kuota tidak akan membebani keuangan keluarga kurang mampu, tinggal nanti RT membantu tutornya yang bisa diambil dari mahasiswa yang ada dilingkungan RT,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Dari Rumah Baca, Edy Rintis Kampung Dongeng Bondowoso

Menurut Aan’ yang juga mantan Ketua Pengurus Cabang PMII Surabaya, untuk tehnisnya pemerintah kota bisa mengurangi insentif ketua RT sebesar Rp 100 ribu tiap bulannya.

“Paket internet milik telkomsel ada yang murah kok, apalagi milik BUMN tentunya bisa mengunakan sistem kerjasama yang menguntungkan antara pemkot dan telkomsel,” ujarnyam

“Ketika kuota atau jaringan internet terpenuhi ditiap RT, maka siswa-siswi dikampung akan belajar daring bersama dengan lancar, namun tetap mematuhi protokol kesehatan tentunya tetap dengan pengawasan orang tua dan tutor dari warga sekitar RT tersebut,” pungkasnya.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait