Jawara Pesantren Unhasy Jombang Latih Santri Siap Jadi Pengusaha Andal

Penampakan berlangsung ketika dewan juri kompetisi 20 finalis Jawara Pesantren, beberkan materi pembinaan business disalah satu ruangan kampus Unhasy Jombang (foto: Fa'iz)
Penampakan berlangsung ketika dewan juri kompetisi 20 finalis Jawara Pesantren, beberkan materi pembinaan business disalah satu ruangan kampus Unhasy Jombang (foto: Fa'iz)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG- Kompetisi santri Jawara (Jagoan Wirausaha) Pesantren, menjadi program komunitas para santri se Jawa Timur. Selain itu menjadi ajang pembinaan, dan pelatihan juga menjadi sarana menyiapkan santri menjadi pengusaha andal.

Kegiatan yang digelar sejak Minggu (26/12/2021) lalu dan berakhir Sabtu (26/3/2022), di Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Jombang, ini didukung oleh Pertamina Foundation, Omah Asa, dan Koperasi Ardaya.

Bacaan Lainnya

Terdapat 20 finalis di ajang Jawara Pesantren ini. Kelompok bisnis ini ‘bertarung’ untuk memperebutkan juara di ajang bergengsi ini di auditorium lantai III, Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Berita Menarik Lainnya:  Ning Tiwi dan Bupati Muhdlor Tangani Balita Penderita Usus di Luar

Kelompok bisnis yang masuk finalis kali ini sangat beragam, antara lain jasa desain, fesyen, kuliner, kursus, parfum, peternakan, hingga jaringan ritel. Mereka beradu konsep dan ide praksis di depan para dewan juri.

Salah satu dewan juri, Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid mengatakan sebelum masuk final, setiap peserta diwajibkan mengikuti rangkaian program pendidikan fundamental kewirausahaan dengan berbagai materi.

“Materi itu diantaranya business model canvas, pengembangan produk dan riset pasar, pemasaran, literasi digital, keuangan, legal, dan presentasi bisnis,” beber Gus Ipang.

Rektor Unhasy Prof Dr H Haris Supratno sangat mengapresiasi acara ini, dari 20 finalis itu, 4 diantaranya adalah mahasiswa Unhasy yang mengajukan perencanaan usaha.

Ads

“Di Unhasy, mahasiswa juga mendapatkan materi kewirausahaan, yakni 8 SKS (sistem kredit semester). Harapannya, kita ingin menciptakan wirausahawan santri,” kata Haris Supratno.

Berita Menarik Lainnya:  PPKM Terus Diperpanjang, Begini Dampak Moral dan Karakter dalam Pendidikan

Pihaknya menyambut baik kegiatan pemberdayaan pesantren untuk kebaikan santri dalam segala aspek.

“Ada dukungan dari Pertamina Foundation dalam memberdayakan pesantren termasuk Unhasy ditunjuk jadi acara grand finalnya. Prosesnya sudah lalu menyaring dari 60 menjadi 20 proposal kewirausahaan terpilih dari seluruh Jawa Timur,” tandasnya.

Sementara itu Direktur Keuangan Pertamina Foundation Medianto mengungkapkan, dari 20 finalis Jawa Pesantren itu akan diambil juara 1, 2 dan 3, serta juara harapan 1, 2, dan 3. Namun semua finalis akan mendapat pendampingan khusus.

“Pada prinsipnya semua finalis itu juara. Mereka mendapatkan pendampingan khusus, semisal capacity building, komunikasi digital, dan lain sebagainya. Peserta finalis ini berasal dari Jawa Timur. Permodalan dari Rp 20 juta kami stimulan, bisa berkembang atau tidak jika bagus akan kami lanjutkan,” tuturnya.

Berita Menarik Lainnya:  Bersama NU Circle, UNUSA Gelar TOT Tadris Matematika

Lanjut Medianto, kegiatan yang dimaksud dinilai menjadi tahapan awal. Pihaknya mengaku banyak menemukan ide bisnis dari santri di seluruh Indonesia, hingga ditemukan terbaik untuk dilakukan pendampingan.

“Kebetulan tahap pertama di Jawa Timur dulu, kemudian nanti akan dilebarkan sayapnya di daerah lain.Yang terpilih dapat apresiasi dan kelanjutannya akan kami dampingi terus, proses bisnisnya melalui WA ada Omah Asa, Ardaya juga mendampingi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, tiga mahasiswi dari Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Jombang masuk finalis Jawara (Jagoan Wirausaha) pesantren.

Kelompok ini menyulap sampah plastik jadi paving block dan lolos masuk 20 finalis Jawara pesantren dari 60 kelompok sebelumnya.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800