ITS Buka Peluang Kerja Sama dengan Universitas di Arab Saudi

Keterangan foto : Astria Nur Irfansyah ST MEng (kiri atas), Dr Sadiq Sait Mohammed (kanan atas) dan Dr Abdul Aziz Ahmad MA (bawah) saat melakukan diskusi kerja sama secara online. (Foto : Dok. Humas ITS)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan pertemuan secara online bersama Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Arab Saudi Dr Abdul Aziz Ahmad MA dan delegasi dari King Fadh University of Petroleum and Minerals (KFUPM) Arab Saudi untuk membahas peluang kerja sama yang dapat dilakukan bersama, Kamis (20/1/2022).

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menyambut dengan hangat pertemuan tersebut.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Sat Set Tangani Kecelakaan Menonjol, Sat Lantas Polres Jombang Raih Penghargaan Kakorlantas Polri
banner 1920x1080

Hadir pula Dr Sadiq Sait Mohammed sebagai Director Industry Collaboration of King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM) Arab Saudi bersama jajarannya.

Rektor yang kerap disapa Ashari tersebut memaparkan tentang Science Technopark ITS dan prestasi-prestasi ITS.

Dari pemaparan tersebut, Dr Abdul Aziz Ahmad MA mengatakan bahwa ITS dan KFUPM merupakan universitas yang dapat menciptakan kolaborasi besar di bidang sains dan teknologi.

“Diharapkan peluang kerja sama yang dapat dibangun antara ITS dan KFUPM bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  IMAN Resmi Dilantik, Kiai Zuhri Zaini: Pengurus Harus Bisa Menata Niat

Sementara itu, Senior Manager of ITS Global Engagement atau Manajer Senior Kemitraan Global ITS Astria Nur Irfansyah ST MEng memaparkan mengenai bidang-bidang penelitian ITS.

Dari hal tersebut terdapat kesamaan bidang penelitian antara ITS dan KFUPM. Kesamaan tersebut terletak pada pusat penelitian materials, renewable energy, dan nanotechnology.

“Kerja sama ini dapat dilakukan di bidang teknologi yang menggunakan berbagai disiplin ilmu,” terangnya.

Setelah pemaparan singkat dari ITS tersebut, Dr Sadiq Sait Mohammed menanggapi bahwa kerja sama antara ITS dan KFUPM dapat diawali dengan memfokuskan ide riset penelitian yang terbaru.

Selain itu, dilakukan dengan menerapkan disiplin ilmu yang sesuai agar kerja sama yang dilakukan tepat sasaran.

Berita Menarik Lainnya:  Era Society 5.0, Khofifah Dorong Lulusan SMK Berwirausaha dengan Teknologi Digital

“Kita percaya dengan kolaborasi yang sesuai maka menjadi potensi untuk dilanjutkan ke depannya,” ungkapnya.

Di akhir pertemuan, Dubes Abdul Aziz Ahmad berharap kerja sama antara ITS dan KFUPM segera terjalin.

Ia memastikan bahwa dukungan untuk hal tersebut akan dilakukan dengan menindaklanjuti pertemuan selanjutnya secara langsung. Pemerintah dan industri akan mendukung secara penuh kerja sama tersebut.

“Kerja sama ini tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi pemerintah dan industri juga akan menikmati hasil kerja sama tersebut,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait