Ini Kehebatan Mahasiswi Unhasy Jombang Buat Paving Block dari Sampah Plastik

Tampak 3 mahasiswi Unhasy Jombang, yang memiliki bisnis plan paving block dari sampah plastik di kompetisi finalis Jawara Pesantren (foto: Fa'iz)
Tampak 3 mahasiswi Unhasy Jombang, yang memiliki bisnis plan paving block dari sampah plastik di kompetisi finalis Jawara Pesantren (foto: Fa'iz)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG- Hebat, inspiratif dan patut dicontoh. Inilah potret aktivitas bisnis tiga mahasiswi dari Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Jombang sehingga masuk jadi finalis Jawara (Jagoan Wirausaha) pesantren.

Kelompok bisnis ini sukses mencetak paving block dari sampah plastik ini, berhasil lolos dalam 20 finalis Jawara pesantren dari 60 kelompok sebelumnya.

Bacaan Lainnya

20 para finalis ini akan kembali diuji untuk diseleksi menjadi pemenang Jawara Pesantren di Auditorium lantai III Unhasy Jombang, Sabtu (26/03/2020) siang.

Ketua kelompok bisnis plan paving block eco friendly ini, Laily Sa’diyah turut senang mengikuti event yang digelar setiap tahunnya tersebut. Selain membuat ia lebih kreatif, juga menjadi mahasiswa yang siap untuk menjadi pengusaha.

“Alhamdulillah kelompok kami lolos ke babak 20 finalis Jawara, meski saingannya tambah berat dengan bisnis yang lolos lainnya. Ada yang dari Jombang sendiri, dan luar daerah di Jawa timur. Ya mengikuti event ini ya harus berfikir se kreatif mungkin, maka dari itu kami senang mengikutinya dari awal,” ujarnya kepada beritabangsa.com.

Berita Menarik Lainnya:  Satgas Covid-19 Bondowoso Buka Vaksinasi di Bazar Ramadan

Melihat cara kerja bisnis dari kelompok yang terdiri 3 mahasiswi dari Unhasy Jombang ini, kata Laily berinsiatif untuk lebih memanfaatkan sampah plastik sampah jadi bahan yang bermanfaat.

“Kan sekarang masih banyak nih, sampah-sampah yang dibuang dan dipandang sebelah mata itu. Padahal kalau dipikir lagi, dari sampah plastik itu bisa jadi kerajinan atau bisnis yang bernilai. Salah satu contoh bisnisnya ya, buat paving block yang bahannya salah satunya bisa dari sampah plastik yang kemudian di daur ulang,” jelasnya di depan ruangan perlombaan itu.

Sampah plastik didaur ulang untuk paving block. Selain hemat bahan juga menekan biaya produksi. Di samping itu, mahasiswi yang masih duduk di kursi semester 6 program Pendidikan IPA ini menjelaskan, hasil karya mereka juga bisa dipakai menjadi alat penanggulangan bencana banjir.

Ads

“Lebih hemat dan bisa lebih kuat untuk menanggulangi banjir. Apalagi di Kabupaten Jombang, sering dilanda banjir. Jadi dengan inovasi itu, kemungkinan bisa lebih hemat dan kuat mencegah banjir,” katanya.

Mereka dengan sekuat tenaga dan inovasinya hasil karyanya menjadi input bagi pemerintah untuk menahan banjir.

Berita Menarik Lainnya:  PTM di Jombang Tunggu Evaluasi Sampai Covid Melandai

“Ya mungkin juga bisa jadi masukan. Tapi kan ini masih bisnis plan. Selain itu, meski nanti di akhir kompetisi masih belum beruntung jadi pemenang finalis Jawara Pesantren, setidaknya sudah menjadi mahasiswi yang mampu berdaya saing. Semuanya dari kekurangannya kami, tetap akan kami buat jadi bahan pelajaran untuk kedepannya,” pungkasnya.

Selain kelompok ini, juga asa 19 finalis lain yang mengikuti kegiatan itu. Mereka berasal dari berbagai kategori bisnis seperti jasa desain, fashion, kuliner, kursus, parfum, peternakan, hingga jaringan ritel. Rangkaian program Jawara Pesantren digelar mulai Ahad (26/12/2021) lalu.

Ads

Kompetisi kewirausahaan untuk komunitas santri ini didukung oleh Pertamina Foundation, Omah Asa, dan Koperasi Ardaya. Sebelum tahap final, setiap peserta diwajibkan untuk mengikuti rangkaian program pendidikan fundamental kewirausahaan dengan berbagai materi.

Di tempat yang sama, Rektor Unhasy Prof Dr H Haris Supratno menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi acara tersebut. Apalagi, dari 20 finalis itu, empat di antaranya adalah mahasiswa Unhasy. Mereka mengajukan perencanaan usaha.

“Di Unhasy, mahasiswa juga mendapatkan materi kewirausahaan, yakni delapan SKS (sistem kredit semester). Harapannya, kita ingin menciptakan wirausahawan santri,” kata Haris Supratno singkat.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Bojonegoro Siapkan Pembangunan Berkelanjutan

Sementara Direktur Keuangan Pertamina Foundation Medianto mengungkapkan, dari 20 finalis Jawa Pesantren itu akan diambil juara 1, 2 dan 3. Kemudian juara harapan 1, 2, dan 3. Namun demikian, semua finalis itu mendapat pendampingan khusus.

“Pada prinsipnya semua finalis itu juara. Mereka mendapatkan pendampingan khusus, semisal capacity building, komunikasi digital, dan lain sebagainya. Peserta finalis ini berasal dari Jawa Timur,” tandas Medianto.

Sekedar diketahui bahwa, Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng, Jombang, menggandeng Pertamina Foundation dan sejumlah lembaga lainnya menggelar Program Jawara Pesantren. Ratusan santri dari Jawa Timur (Jatim) beradu ide bisnis dalam kegiatan Bussiness Plan Jawara Pesantren ini.

Setelah memasuki 20 finalis Jawara Pesantren, berdasarkan pantauan Beritabangsa.com di lokasi, sejumlah peserta terlihat fokus mempresentasikan tiap-tiap opini dari inovasi bisnisnya masing-masing. Ada yang memaparkan bisnis yang sudah dijalani, dan juga ada ide bisnis yang masih planning.

Sementara dalam ruangan, sudah tersedia dari Pertamina Foudation. Dengan memperhatikan hasil presentasi, sejumlah awak juri ini juga memberikan ide dan pemahaman untuk menjadi pengusaha bisnis.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800