BPSDM Jatim Gelar Webinar Metodologi Penulisan Pengembangan Profesi Bagi Pejabat Fungsional

Webinar Metodologi Penulisan Pengembangan Profesi Bagi Pejabat Fungsional
Webinar Metodologi Penulisan Pengembangan Profesi Bagi Pejabat Fungsional
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur menggelar webinar dengan topik “Metodologi Penulisan Pengembangan Profesi bagi Pejabat Fungsional” Kamis (7/4/2022) yang merupakan bagian dari webinar ASN Belajar seri ke-14.

Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai mengatakan webinar tersebut menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Guru Besar dari Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr Sarmini, MHum. dan Peneliti Ahli Utama bidang Kajian Budaya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Dr M Alie Humaedi, MA, MHum., serta dimoderatori oleh oleh Dr Ir H Djony Harijanto, M, DM.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  1.511 Tim Siap Berlaga dalam Liga Santri Kasad Cup 2022

“Webinar ini diikuti oleh lebih dari 2.000 ASN secara daring melalui platform Zoom dan tayangan langsung Youtube Channel BPSDM JATIM TV,” katanya.

Guru besar Unesa, Prof Dr Sarmini, MHum, dalam paparannya menyampaikan materi terkait strategi penulisan dan publikasi karya ilmiah pengembangan profesi jabatan fungsional.

“Metode penelitian yang baik adalah yang dapat menggambarkan empat komponen,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Diserang Jantung Anggota DPRD Probolinggo Tutup Usia Saat Kunker di Jakarta

Empat komponen tersebut adalah apa yang dilakukan, bagaimana hal itu dilakukan, membuktikan desain eksperimen/menjelaskan fenomena, harus menjelaskan subyek, Teknik pengumpulan data dan analisis yang digunakan.

Sementara itu, peneliti Ahli Utama bidang Kajian Budaya BRIN, Prof Dr M Alie Humaedi, MA,MHum, dalam materinya menjelaskan mengenai metode penyusunan rancangan dan pelaksanaan penelitian pengembangan profesi jabatan fungsional.

“Ada tiga poin utama dalam penelitian dan penulisan yakni kerangka berpikir/teori, data, dan keterampilan menulis,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Sandiaga Uno Menparekraf RI Dukung Pelaku Ekonomi Kreatif

Selain itu, terdapat tujuh hal yang perlu dicermati dalam proses melakukan penelitian yakni memiliki pola pikir extraordinary, menuliskan state of the art dari ide penelitian dan novelty merupakan kata mutlak yang harus dihasilkan.

Selanjutnya, desain penelitian yang tegas, fokus yang benar, memikirkan landasan teori, dan harus memiliki tujuan, target, strategi, dan output (TTSO).

Sementara itu Dosen Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo menyebut tradisi menulis di kalangan ASN kita sangat rendah.

“Acara ibu bagus, asal ditindaklanjuti dengan praktik menulis secara langsung,” ujar Suko.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280