Beredar Foto Gedung PAUD Rusak, Siswanya Terpaksa Belajar di Musala

Gedung Paud Rusak yang berada di Desa Sumber Tengah, Binakal | Foto: Muslim
Gedung Paud Rusak yang berada di Desa Sumber Tengah, Binakal | Foto: Muslim
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO – Beredar foto di media sosial tentang salah satu gedung sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang rusak tidak beratap.

Dalam foto tersebut, tertulis kalimat ‘Nasib Anak PAUD yang belajarnya Numpang di Musala, terkadang di halaman rumah tetangga karena gedung yang biasa ditempati sudah tidak layak untuk ditempati sejak tiga tahun lalu. Ke mana sosok yang saat ini memikirkan nasib pendidikan ? Tolong tunjukan kami di mana dan kepada siapa kami akan menjulurkan tangan pergi mengemis demi anak didik kami.”

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  ITS Kolaborasi dengan Kedubes Prancis Tingkatkan Mobilitas dan Riset
banner 1920x1080

Tampak gedung sekolah ini yang sangat tidak layak ditempati. Foto tersebut diunggah oleh nomor WhatsApp bernama Abdul Latif.

Gedung sekolah ini terletak di Dusun Karang Tengah, Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal, Bondowoso.

Salah satu wali murid PAUD Islamiyah, Ida alias Bu Habibi, 27 tahun, menjelaskan, anak yang sedang belajar di PAUD Islamiyah tidak berada di ruang kelas melainkan belajar di Musala di Gedung tersebut.

Berita Menarik Lainnya:  LK MWC NU Bubutan Surabaya Gelar Seminar Kesehatan Kulit Bagi Muslimah

“Sudah lama Mas, anak saya kalau sekolah di Musala itu, kadang di rumah Pak Kepala Sekolahnya,” ujarnya, Senin (3/1/2022).

Ida menjelaskan anaknya belajar di Musala hampir dua tahun. Selama itu belum ada perbaikan sama sekali. Ia berharap pemerintah setempat memberi bantuan rehab gedung.

“Inginnya sih segera diperbaiki, karena selama ini numpang di Musala. Di sana terus kan enak juga numpang terus,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  ITS Buka Peluang Kerja Sama dengan Universitas di Arab Saudi

Selaku wali murid, Ida mengaku, belajar mengajar saat ini kurang efektif karena dilakukan di Musala

Bahkan siswanya jadi satu kelas nol kecil dan nol besar.

“Bukan hanya saya, semua wali murid keluhannya sama. Apalagi ada 27 siswa, pasti kurang efektif,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait