Bangun Daya Kritis Siswa, Unipdu Jombang Gelar FGD

FGD
Acara FGD yang digelar Tim riset keilmuan FKIP Unipdu Jombang, sedang berlangsung
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Tim riset keilmuan 2022 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, menggelar Forum Grup Discussion (FGD), Senin (8/8/2022).

Acara bertajuk penerapan konsep critical pedagogy dan model pengajaran mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di sekolah menengah di Kabupaten Jombang ini digelar di Gedung FKIP Unipdu Jombang.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Sedikitnya, 10 tingkat SMK dan SMA di Kabupaten Jombang, turut hadir. Begitu acara dimulai, mereka saling bertukar pikiran di depan meja bundar.

Berita Menarik Lainnya:  Pisah Sambut Dandim 0822, Wabup Bondowoso: Terima Kasih Atas Semua Sumbangsihnya

Ada tiga tim periset di antaranya Uswatun Qoyyimah, Yosi Agustiawan, dan Maisarah. Mereka secara seksama mendengarkan jalannya diskusi sambil menggali informasi.

Ketua Tim Periset, Uswatun Qoyyimah mengatakan, FGD ini digelar untuk mendukung kebijakan merdeka belajar dan membangun pemikiran kritis siswa di sekolah tingkat menengah di Kabupaten Jombang.

“Maka kami undang 10 guru SMA dan SMK di Kabupaten Jombang. Mereka kami undang untuk menyampaikan pengalamannya di sekolah, terutama mengenai penerapan metode critical thinking di kelas bahasa,” ujarnya kepada Beritabangsa.com.

Berita Menarik Lainnya:  Perumda Padang Berguru ke Perumda Tirta Kanjuruhan Malang

Mkk Uswatun mengaku sudah banyak data yang didapat dari diskusi ini. Terutama, penerapan critical thinking dalam pengajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

“Alhamdulillah, banyak informasi kami dapatkan dari para guru tentang pembelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia terutama kaitannya dengan penerapan critical thinking di kelas bahasa,” jelas Uswatun yang juga dosen FKIP Unipdu Jombang ini.

Tak sekadar itu saja, ia menilai data tersebut sangat penting untuk dikaji lebih lanjut, berguna bagi tim dalam menyusun model pengajaran Critical Padagody di kelas bahasa.

“Benar, ini sangat penting bagi kami untuk tindak lanjutnya nanti. Ya kami harapkan, semuanya berjalan baik dan lancar,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Hadiri Pelantikan PMII, Bupati Bondowoso Akui PMII Ormawa Berlandaskan Aswaja

Sementara itu, Isnan, salah satu guru sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya selain positif juga mendorong siswa lebih berkembang.

“Saya rasa ini positif karena guru bisa bertukar pikiran soal konsep critical pedagogy dalam kelas bahasa,” sergah guru di SMA DU 2 Jombang ini.

Senada dengannya Nurnawiastutik, guru di SMK 1 Darul Ulum Jombang ini mengaku mendukung acara dan berupaya agar acara terus berlanjut.

“Sangat senang Mas. Kita turut mengapresiasi acara ini. Semoga berkelanjutan agar menambah wawasan guru terkait pembelajaran critical thinking,” imbuh Nurnawiastutik.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280