Anak Penjual Soto Wisudawan Terbaik Unusa, IPK Sempurna 4,00

Firnanda Erindia saat menerima penghargaan dari Rektor Unusa Prof Dr Ir Achmad Jazidie sebagai wisudawan terbaik. (Foto: Ali Wafa)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar wisuda periode II 2021-2022 pada 5 Februari 2022. Sebanyak 294 orang yang diwisuda, mereka dari Prodi D3 Kebidanan, D3 Keperawatan, Ners, dan D4 Analis Kesehatan.

Wisuda periode II itu dihadiri langsung Menteri Ketenagakerjaan, Dr Ida Fauziyah, memberikan kuliah umum kepada para wisudawan.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Ada salah satu wisudawan menjadi sorotan mata para hadirin, yakni Firnanda Erindia dikukuhkan sebagai lulusan terbaik dengan IPK sempurna 4,00.

Firnanda Erindia merupakan gadis berkelahiran asli tanah Jawa, lahir di Kota Lamongan pada 15 November 1998. Nanda hidup bersama Ibunya, seorang penjual Soto di Kota Lamongan. Sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia semenjak dirinya duduk di bangku SD kelas V.

Berita Menarik Lainnya:  COVID-19 di Jombang Meningkat, Kadisdikbud : Ada Kemungkinan PTM Dihentikan

“Siapapun bisa menjadi apapun, tidak ada hal yang mustahil di dunia, selama kita berusaha dan berikhtiar. Saya adalah termasuk dari keluarga ekonomi menengah kebawah, berkat perjuangan dan doa dari orang tua, Alhamdulillah saya bisa mencapai prestasi sejauh ini,” kata Nanda saat dikonfirmasi wartawan Beritabangsa.com, Sabtu, (5/2/2022).

Firnanda Erindia, anak penjual soto di Lamongan yang berhasil menjadi wisudawan terbaik dengan IPK sempurna, 4,00. (Foto: Ali Wafa)

Nanda masuk sebagai mahasiswa Unusa melalui jalur Bidik Misi pada Prodi S1 Keperawatan 2016. Dia melanjutkan pendidikannya di profesi Ners selama satu tahun enam bulan di dua rumah sakit – RSI A Yani dan RSI Jemursari.

Berita Menarik Lainnya:  Santri Ngaji Jurnalistik Bareng PWI Sidoarjo

Selama masa pandemi Covid-19, dirinya menjalani sisa perkuliahan secara online atau daring.

Saat menjalani profesi Ners nya di rumah sakit, Nanda memilih terjun langsung le lapangan meskipun kondisi dalam masa pandemi. Tujuannya, karena ia ingin merasakan benar terjun langsung sebagai pelayan kesehatan dan memberikan pendampingan kepada pasien.

“Sebetulnya saat praktik saya juga ditawarin online, tapi mempertimbangkan akan berbeda hasil dari terjun langsung ke lapangan bersama pasien dengan melalui online, maka saya memilih turun ke lapangan dengan resiko terpapar Covid-19. Memang rasa was-was akan terpapar Covid-19 ada, tapi dengan menjalani protokol yang ketat, Alhamdulillah hingga akhir masa menjalani praktik di dua rumah sakit, kondisi saya baik-baik saja,” kata Ketua Umum UKM Riset dan Keilmiahan Mahasiswa Unusa periode 2018-2019.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Hadiri Wisuda STIKES Kendal ke - XVII

Tidak berhenti disitu, Nanda juga berencana melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 di Universitas Airlangga Surabaya (Unair).

“Saya sedang menunggu pendaftaran jenjang S2. Kebetulan saya sudah dinyatakan bisa diterima untuk mengambil jenjang S2 dari LPDP. Saya tinggal menunggu pembukaan pendaftaran mahasiswa S2 pada perguruan tinggi yang direkomendasikan oleh LPDP,” kata Finalis Lomba Nasional Program Kreativitas Mahasiswa Kategori Kewirausahaan 2020.

Diungkapkannya, cita-cita awalnya sebagai perawat sudah tercapai, tapi kini Nanda ingin meraih cita-cita selanjutnya sebagai dosen, karena itu ia memilih melanjutkan ke jenjang S2.

“Alhamdulillah keinginan saya untuk melanjutkan ke jenjang S2 sudah memperoleh pendanaan dari LPDP, sebagai bagian dari program afirmasi dari penerima Bidik Misi saat menempuh S1 dan pendidikan profesi,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait