Aktivis Pendidikan Ning Lia Apresiasi PTM Terbatas di Jatim

Ning Lia Istifhama, Aktivis Perempuan
Keterangan foto : Ning Lia Istifhama, Aktivis Pendidikan.
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Aktivis pendidikan asal Surabaya, Lia Istifhama mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Jawa Timur.

Dirinya menilai kebijakan Pembelajaran Tatap Muka untuk jenjang SMA/SMK dan SLB yang dikeluarkan Pemrpov Jatim sefrekuensi dengan Mendikbud Nadiem Makarim.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Lia Istifhama yang juga menjadi Ketua di Perempuan Tani HKTI dan RKIH Jatim, mengatakan kebijakan Mendikbud dan Gubernur Khofifah menunjukkan potret kepedulian pada pendidikan.

Berita Menarik Lainnya:  Tak Hanya Bisa Didengar, Siaran Radio Kini Juga Bisa Ditonton

“Kita dihadapkan pada fakta bahwa ilmu seharusnya kebutuhan penting bahkan utama karena berkaitan dengan kelangsungan generasi penerus bangsa. Dan harus diakui bahwa pendistribusian ilmu untuk anak-anak, cara yang paling baik adalah dilakukan dengan dampingan secara langsung,” ujar Ning Lia sapaan akrab Lia Istifhama, Selasa (31/8/2021).

Ning Lia menambahkan, dukungan terhadap penerapan sekolah tatap muka juga digulirkan banyak pihak selama ini. Bahkan, rencana yang disebut sebagai PTM Terbatas, dianggap banyak pihak sebagai penyelamatan generasi bangsa dari lost generation dengan menjadikan anak-anak kembali ‘melek materi.

Berita Menarik Lainnya:  BMKG Umumkan Gempa dan Tsunami Akan Terjang Jatim, Pakar ITS : Ramalan Bencana Hidrometeorologi BMKG Pertanda Harus Siaga

“Dampingan ilmu pada anak-anak, terutama berkaitan dengan pendidikan karakter, kemampuan matematis yaitu menyelesaikan persoalan secara logika berhitung, dan kemampuan motorik yang menjadi identitas pelajaran olahraga,” tambah aktivis yang meraih penghargaan sebagai Tokoh Milenial Literasi Jatim (ARCI).

Seperti diketahui, Gubernur Khofifah menerangkan, bahwa untuk satuan pendidikan yang berada di daerah dengan level 3 dan 2 sudah dapat memulai pembelajaran tatap muka mulai Senin 30 Agustus 2021. Namun, Khofifah juga mengingatkan dengan terlebih dahulu memastikan semua checklist kesiapan sekolah sudah dipenuhi, diantaranya, guru dan tenaga kependidikannya sudah divaksin, unit pendidikan sudah mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 Kabupaten/ Kota setempat dan izin orang tua/wali siswa.

Berita Menarik Lainnya:  Hujan Bukan Penyebab Banjir dan Longsor, Ini Kata Peneliti MKPI ITS

Daerah yang dimaksud adalah yang berada dalam zona aglomerasi, yakni Surabaya Raya (Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto) yang saat ini sudah berada di level 3 sehingga dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas bertahap dengan pedoman Inmendagri nomor 35 tahun 2021.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280