Pemprov Jatim Siapkan Jembatan Bailey untuk Jembatan Ambruk di Probolinggo

Petugas dari Pemprov Jatim saat melakukan survei untuk penyiapan jembatan bailey di Kabupaten Probolinggo
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM – PROBOLINGGO – Jembatan ambruk di Kabupaten Probolinggo dipastikan bakal diganti dengan jembatan bailey oleh Pemprov Jatim. Hanya saja, peruntukannya hanya bagi pejalan kaki.

Demikian terungkap saat Pemprov Jatim melakukan survei usulan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pembangunan rekonstruksi jembatan Desa Kregenan Kecamatan Kraksaan, Rabu (28/09/2022).

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Tim dari Pemprov Jatim ini melibatkan Inspektorat, BPBD, Bappeda, BPKAD, DPU Bina Marga, DPU SDA dan Biro Hukum. Mereka didampingi tim Kabupaten Probolinggo meliputi BPBD, DPUPR, UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Probolinggo, Kecamatan Kraksaan dan Kepala Desa Kregenan.

Berita Menarik Lainnya:  Gubernur Ganjar, Apresiasi Kerjasama Blora-Bojonegoro Bangun Kawasan

Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Marijatoel Kittijah mengungkapkan kedatangannya di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan bertujuan untuk melakukan survei usulan BTT pembangunan rekonstruksi jembatan Kregenan yang ambruk.

“Ini sesuai instruksi dari Ibu Gubernur agar membantu untuk pembangunan ulang jembatan,” ujarnya.

Menurutnya, dari hasil asesmen yang sudah dilakukan pembangunan kembali jembatan Desa Kregenan ini menelan anggaran sebesar Rp3,5 miliar. Nanti konstruksi rencananya memakai jembatan bailey.

“Pertimbangan memakai jembatan bailey, karena dari hasil penyelidikan tanah itu, tanahnya di sini lunak. Jadi kalau kita memakai jembatan pondasi dangkal, nanti diperkirakan tidak akan mampu menahan konstruksi jembatan itu sendiri,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  GMNI: Kepercayaan Publik Jatim ke Polisi Berada di Titik Nadir

Selain itu juga ada sedikit penolakan atau trauma dari warga kalau memakai jembatan gantung lagi. Di samping itu, dana BTT itu tidak boleh permanen sedangkan jembatan gantung termasuk permanen.

“Untuk lokasinya tetap, nanti akan ada proses pembongkaran. Kemungkinan realisasinya sebelum akhir tahun sudah selesai dan sudah bisa dilewati. Untuk panjang jembatan 36 meter agar lebih aman,” pungkasnya.

Untuk dudukannya, lebarnya sekitar 3 meter. Untuk tinggi seperti yang lama karena sudah mempertimbangkan muka air banjir. Hanya saja jembatan bailey ini untuk pejalan kaki saja.

Sebelumnya, puluhan siswa dan siswi SMPN 1 Pajarakan menjadi korban putusnya jembatan gantung di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jumat 9 September 2022.

Berita Menarik Lainnya:  Plt Bupati Pastikan Jembatan Darurat Andungbiru Bisa Digunakan

Jembatan tersebut putus ketika dilewati pelajar dan guru SMPN 1 Pajarakan dalam rangka jalan sehat memperingati Hari Olahraga Nasional, sehingga puluhan korban jatuh ke sungai, kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas, sebagian dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo.

Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Pajarakan dan 16 siswa dan guru harus dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Dari hasil pemeriksaan petugas, seluruh siswa- siswi menjalani perawatan di rumah sakit dan dua orang diantaranya harus menjalani operasi.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait