Kendala Sengketa, Buchori : Pembangunan Alun-alun Bawah Tanah Segera Carikan Solusi

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Anggota Komisi C DPRD kota Surabaya, Buchori Imron, berharap sengketa lahan milik Pemkot Surabaya di Jalan Pemuda No.17 dengan PT Maspion segera dicarikan solusi dengan baik, agar pembangunan alun-alun bawah tanah cepat selesai dan bisa dinikmati masyarakat.

Seharusnya ada win-win solution, agar proyek alun-alun cepat clear,” harapnya. Rabu (26/02/20).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Kapolsek Tambaksari Sambut Pengurus LPM Suramadu
banner 1920x1080

Ia menjelaskan, proyek alun-alun bawah tanah Kota Surabaya yang didanai APBD senilai Rp60 miliar, saat ini masih ada sedikit kendala di lahan yang pernah disewa oleh PT Maspion.

Sehingga alun-alun Surabaya yang berada di bawah tanah, masih belum bisa diperluas sampai ke Jalan Pemuda No.17, karena masih sengketa,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Bojonegoro Rehab 18.450 Rumah Warga, Terimakasih Program Aladin

Lebih lanjut Buchori Imron mengatakan, dari pihak Maspion merasa dirugikan karena tidak memperpanjang sewa Hak Penggunaan Lahan (HPL), maka menurut dia sebaiknya Pemkot Surabaya juga memberikan solusi misalnya, ruislag atau dicarikan lahan pengganti.

Pihak Maspion juga agar tidak merasa dirugikan, karena sejak 1996-2019 Maspion tetap membayar retribusi pajak lahan,” terangnya.

Berita Menarik Lainnya:  Jalan Sudah Mulus, Warga Lumajang Syukuran

Buchori Imron menambahkan, dari catatan Pemkot Surabaya bahwa, proyek alun-alun Surabaya sudah berjalan hampir 40%, hanya saja belum bisa tembus ke lahan di Jalan Pemuda No.17.

Dia menyarankan, agar Pemkot Surabaya segera menyelesaikan permasalahan lahan Pemuda No.17, baik secara kekeluargaan ataupun secara hukum.

Kami di Komisi C berharap ada win-win solution, agar program Pemkot Surabaya yaitu alun-alun Surabaya bisa cepat selesai,” pungkasnya.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait